Macam-Macam Syirik dalam Islam yang Wajib Dihindari Umat Muslim

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Syirik dalam ajaran Islam merupakan kemaksiatan atau dosa besar kepada Allah SWT. Syirik termasuk dosa besar yang tidak terampuni kesalahannya di sisi Allah SWT.

Allah SWT mengampuni semua dosa yang dilakukan hamba-Nya, kecuali dosa besar seperti syirik. Dalam Al-Qur'an surat An Nisa ayat 48, Allah SWT berfirman:

Innallaaha laa yagfiru ay yusyraka bihii wa yagfiru maa duna zaalika limay yasyaa', wa may yusyrik billaahi fa qadiftaraa isman 'aziimaa.

Artinya: "Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah SWT maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."

Selain itu, siapa pun yang melakukan perbuatan syirik diancam neraka serta dihapuskan amalan salehnya di masa silam. Orang yang melakukan syirik disebut musyrik.

Untuk itu, Anda perlu mengenali macam-macam syirik dalam Islam agar bisa menghindarinya.

Berikut macam-macam syirik dalam Islam yang wajib dihindari, dilansir dari laman Dosenpendidikan, Senin (15/11/2021).

vidio:Pemain Timnas Indonesia, Elkan Baggott Pamer KTP

Macam-Macam Syirik dalam Islam

1. Syirik Akbar (Besar)

Syirik akbar ialah menjadikan selain daripada Allah SWT sebagai tujuan dalam beribadah. Syirik akbar dibagi menjadi dua, yang pertama yaitu zahirun jali (tampak nyata), yakni perbuatan kepada Tuhan-Tuhan selain Allah SWT atau baik Tuhan yang berbentuk berhala, binatang, bulan, matahari, batu, gunung, pohon besar, sapi, ular, manusia serta sebagainya.

Demikian pula menyembah makhluk-makhluk ghaib seperti setan, jin dan malaikat.

Kedua yaitu syirik akbar Bathinun Khafi (tersembunyi) seperti meminta pertolongan kepada orang yang telah meninggal.

Setiap orang yang menaati makhluk lain dan mengikuti selain dari apa yang telah disyariatkan oleh Allah SWT serta Rasul-Nya, berarti sudah terjerumus ke dalam lembah kemusyrikan.

Syirik ini mengakibatkan seseorang keluar dari agama Islam sehingga bila ia meninggal dalam keadaan demikian maka akan kekal di dalam neraka.

Macam-Macam Syirik dalam Islam

2. Syirik Asghar (Kecil)

Syirik asghar termasuk perbuatan dosa besar, tetapi masih terdapat peluang diampuni Allah SWT jika pelakunya segera bertobat. Seorang pelaku syirik asghar dikhawatirkan akan meninggal dunia dalam keadaan kufur jika ia tidak segera bertobat.

Berikut contoh-contoh perbuatan syirik asghar:

- Bersumpah dengan Nama Selain Allah SWT

Siapa pun yang bersumpah dengan selain nama Allah SWT maka dia telah kufur atau syirik.

- Memakai Azimat

Memakai azimat termasuk perbuatan syirik karena mengandung unsur meminta atau mengharapkan sesuatu kepada kekuatan lain selain Allah SWT.

- Mantra

Mantra yaitu mengucapkan kata-kata yang dilakukan oleh orang jahiliyah dengan penuh keyakinan. Kata-kata tersebut dapat menolak kejahatan atau bala dengan bantuan jin.

- Sihir

Sihir termasuk perbuatan syirik karena perilaku tersebut dapat menipu atau mengelabui orang dengan bantuan jin atau hal gaib lainnya.

- Peramalan

Yang dimaksud peramalan ialah menentukan dan memberitahukan tentang hal-hal yang gaib pada masa-masa yang akan datang baik itu dilakukannya dengan ilmu perbintangan, dengan membaca garis-garis tangan, dengan bantuan jin dan sebagainya.

- Dukun dan Tenung

Dukun ialah orang yang dapat memberitahukan tentang hal-hal yang gaib pada masa datang atau memberitahukan apa yang tersirat dalam naluri manusia.

Adapun tukang tenung ialahg nama lain dari peramal atau dukun, atau orang-orang yang mengaku bahwa dirinya dapat mengetahui dan melakukan hal-hal yang gaib, baik dengan bantuan jin atau setan, atau dengan membaca garis tangan.

- Bernazar kepada Selain Allah SWT

Di era sekarang masih bisa dijumpai seseorang yang bernazar kepada selain Allah SWT. Misalnya seseorang bernazar, 'Jika aku sembuh dari penyakit aku akan mengadakan sesajian ke makam wali'. Perbuatan seperti itu adalah perbuatan yang sesat.

- Riya

Riya adalah beramal bukan karena Allah SWT, melainkan karena ingin dipuji atau dilihat orang.

Sumber: dosenpendidikan.co.id

Dapatkan artikel Islami dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel