Macam-Macam Takdir Allah dan Contohnya, Kenali Perbedaannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Macam-macam takdir Allah perlu dipahami setiap muslim. Umat Islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Allah SWT yang harus diimani sebagaimana dikenal dalam Rukun Iman.

Mengutip M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i Atas Pelbagai Persoalan Umat, kata takdir (takdir) terambil dari kata qaddara berasal dari akar kata qadara yang antara lain berarti mengukur, memberi kadar, atau ukuran.

Sehingga jika kita berkata, “Allah telah menakdirkan demikian,” maka itu berarti Allah telah memberi kadar/ukuran/batas tertentu dalam diri, sifat, atau kemampuan maksimal makhluk-Nya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri takdir adalah ketetapan Tuhan atau ketentuan Tuhan. Bisa juga dimaknai sebagai nasib. Secara istilah, takdir merupakan segala yang terjadi, sedang terjadi serta akan terjadi yang telah ditetapkan oleh Allah SWT baik yang baik maupun yang buruk.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (30/12/2020) tentang macam-macam takdir Allah.

Macam-Macam Takdir Allah

Ilustrasi Berdoa Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Berdoa Credit: pexels.com/pixabay

Macam-macam takdir Allah dibagi menjadi dua, yaitu Takdir Mubram dan Takdir Muallaq. Berikut penjelasan macam-macam takdir Allah tersebut:

Takdir Mubram

Macam-macam takdir Allah yang pertama adalah takdir Mubram. Takdir mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran untuk mewujudkannya.

Macam-macam takdir Allah ini contohnya antara lain adalah tentang kelahiran dan kematian manusia. Tentunya tidak ada yang tahu kapan kamu akan dilahirkan dan kapan akan mati. Semua menjadi rahasia Allah SWT dan terjadi sesuai dengan ketetapan-Nya.

Takdir Muallaq

Macam-macam takdir selanjutnya adalah takdir Muaallaq Takdir muallaq adalah ketentuan Allah SWT yang mengikut sertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya.

Macam-macam takdir Allah ini contohnya antara lain keberhasilan murid di sekolah dalam meraih prestasi. Murid yang berprestasi itu bukanlah murid yang diam saja tidak belajar, dan hanya menunggu takdir. Tetapi, ia yang selalu berusaha dan belajar setiap hari untuk meraih cita-cita yang diharapkannya.

Dengan begitu, apa yang diraihnya selain ditentukan oleh takdir Allah SWT, juga ditopang oleh usaha dan doa yang dia lakukan. Jadi, berusaha itu harus, tetapi kamu juga harus berdoa dan rela menerima segala takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT.

Orang yang rajin bekerja akan kaya, dan yang malas berusaha akan miskin, sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". (Ar-Rad:11).

Memahami Makna Takdir

Mengetahui macam-macam takdir Allah saja tentunya belum cukup, kamu juga harus memahami bagaimana maksud dari takdir Allah ini. Menurut Quraish Shihab, sebagian umat muslim belum memahami benar, apa tujuan dan maksud dari qada dan qadar.

Qada bermakna kehendak Allah SWT yang wujudnya sejak awal berkaitan dengan segala hal yang akan terjadi dari yang terkecil hingga terbesar. Sedangkan qadar adalah perwujudan dari Allah yang mencakup hal-hal oleh qada.

"Secara faktual, dalam kadar dan urutan tertentu, itulah yang dinamai takdir," kata Quraish Shihab.

Arti beriman kepada takdir adalah percaya bahwa Allah maha mengetahui sejak azal dan mencatat semua hal. Percaya bahwa kehendak-Nya pasti berlaku dan terjadi atas semua makhluk.

Quraish Shihab menjelaskan, ada pula takdir di mana manusia diberi kebebasan untuk memilih takdirnya, yaitu kemampuannya untuk mengelak dari satu takdir menuju ke takdir yang lain.

Hal ini pernah dilakukan pada masa Syaidina Umar. Ketika sedang terjadi wabah dalam suatu kota, dia membatalkan kunjungannya.

"Selama masih diupayakan untuk menghindari dari sesuatu yang buruk, maka upayakanlah itu. Karena Allah memberi manusia kasap, yaitu kemampuan untuk berusaha menghindar dari sesuatu yang buruk.

"Musibah virus Corona, kita dapat berusaha menghindar dan diberi kemampuan. Berhasil ataupun tidak, Allah sudah mengetahuinya. Tetapi kita berkewajiban untuk berupaya menghindarinya," ujar Qurasih Shihab.

Takdir dalam Kehidupan Manusia

Ilustrasi Melaksanakan Sholat Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Melaksanakan Sholat Credit: pexels.com/pixabay

Mengutip dari Jurnal Mudarissuna Intitut Agama Islam Negeri Metro, dengan beriman kepada takdir dengan benar, seseorang akan giat berusaha dan berjuang dalam menjalani kehidupannya. Apalagi, dalam macam-macam takdir Allah, yaitu takdir muallaq, kamu diharuskan untuk selalu berusaha atau ikhtiar.

Apa yang kamu raih selain ditentukan oleh takdir Allah SWT, juga ditopang oleh usaha dan doa yang kamu lakukan. Jadi, berusaha itu harus, tetapi kamu juga harus berdoa dan rela menerima segala takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Sebab tanpa adanya usaha dan perjuangan sesuai tujuan, apapun hal yang diinginkan tidak akan tercapai.

Tidak hanya itu, manusia juga harus berpijak pada Sunnatullah. Dengan memahami takdir dalam bentuk yang tepat, manusia akan terhindar dari bencana ataupun kesengsaraan. Maka dari itu, seseorang harus beribadah, berusaha, serta berjuang dengan bertumpu pada Sunnah yang telah ditetapkan oleh Allah. Upaya tersebut agar cita-cita yang sedang diperjuangkannya dapat tercapai sesuai dengan rencana tanpa keluar dari ajaran agama Islam.