Mackenzie Scott, Janda Cantik yang Dermawan Itu Menikahi Guru

Lazuardhi Utama, BBC Indonesia
·Bacaan 2 menit
Ms. Scott is one of the world’s wealthiest women.
Ms. Scott is one of the world’s wealthiest women.

Miliarder MacKenzie Scott menikah dengan guru sains di sekolah anak-anaknya, dua tahun setelah bercerai dengan pendiri Amazon Jeff Bezos.

Scott adalah salah satu perempuan terkaya di dunia dan telah memberikan lebih dari US$4 miliar (Rp57,4 triliun) dari kekayaannya untuk berbagai proyek sosial dan kemanusiaan.

Kabar pernikahannya dengan guru bernama Dan Jewett tersebut terungkap melalui situs filantropi Giving Pledge.

"Dan adalah laki-laki yang luar biasa, dan saya ikut berbahagia untuk mereka berdua," kata Bezos dalam sebuah pernyataan.

Scott, yang memiliki kekayaan sekitar US$53 miliar menurut perkiraan terbaru Forbes, telah menyatakan niatnya untuk memberikan sebagian besar dari hartanya.

Dia telah mencurahkan sebagian besar donasinya untuk lembaga amal yang dipimpin perempuan, bank makanan, dan perguruan tinggi.

Scott menikah dengan Bezos selama 25 tahun dan membantunya mendirikan Amazon pada 1994. Dia juga menulis dua novel.

Laman penulisnya di Amazon sekarang mengatakan bahwa dia "tinggal di Seattle bersama empat anak dan suaminya, Dan."

Jewett mengajar di sekolah bergengsi tempat anak-anaknya mengenyam pendidikan.

MacKenzie Scott dan Dan Jewett.
MacKenzie Scott dan Dan Jewett.

Saat Scott dan Bezos bercerai pada tahun 2019, Bezos adalah orang terkaya di dunia, dengan sahamnya lebih dari 16 persen di Amazon. Scott menerima 4 persen saham Amazon sebagai bagian dari kesepakatan perceraian mereka.

Sang pendiri Amazon kerap bersaing dengan Elon Musk dari Tesla untuk mendapatkan gelar orang terkaya di dunia, yang berubah-ubah sejalan dengan harga saham perusahaan mereka.

Scott saat ini berada di peringkat 22 orang terkaya sementara Bezos berada di posisi teratas dengan kekayaan US$177 miliar.

Ikut beramal

Situs web Giving Pledge didirikan untuk para miliarder yang telah berjanji untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka untuk filantropi. Dalam postingan tertanggal hari Sabtu 6 Maret, Jewett menandatangani komitmen amal itu.

"Aneh rasanya menulis surat yang mengatakan bahwa saya berencana untuk memberikan sebagian besar kekayaan saya selama hidup saya, karena saya tidak pernah berusaha mengumpulkan cukup banyak harta yang dibutuhkan supaya kata-kata itu ada artinya," tulis Jewett.

Komitmen tersebut diprakarsai oleh Bill dan Melinda Gates dan Warren Buffett pada 2010. Bezos belum bergabung dengan organisasi tersebut.

"Secara kebetulan yang membahagiakan, saya menikah dengan salah satu orang yang paling dermawan dan baik hati yang saya kenal - dan bergabung dengannya dalam komitmen untuk mewariskan kekayaan finansial yang sangat besar untuk melayani orang lain," imbuh Jewett dalam suratnya di Giving Pledge.