Madrid, Chelsea dan ManCity Akan Gugur di Semifinal Liga Champions

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga tim yang sudah masuk babak semifinal Liga Champions, Real Madrid, Chelsea, dan Manchester City akan didiskualifikasi.

Hal itu diucapkan oleh Jesper Moller, Ketua Asosiasi Sepakbola Denmark yang juga duduk di komite eksekutif UEFA.

Madrid akan menghadapi Chelsea pada 28 April 2021. Sehari kemudian giliran ManCity yang bentrok dengan Paris Saint-Germain.

Tapi bos Jesper Moller memperingatkan bahwa Madrid, Chelsea, dan ManCity akan disingkirkan dari babak semifinal setelah ketiga tim tersebut mengumumkan rencana untuk mengikuti turnamen Liga Super Eropa yang kontroversial.

Ketiga klub akan disingkirkan dan saya berharap itu terjadi pada hari Jumat. Saya pikir kami yang mencintai sepakbola sudah merasa cukup sekarang," kata Moller, kepada dr.dk.

"Sekarang harus mencari benang merahnya, dan kemudian kami harus mencari tahu ke mana klub akan pergi. Kami berhutang kepada penggemar kami dan semua orang yang mencintai sepakbola," sambungnya.

Lantas, seperti apa Liga Champions musim ini akan berakhir. Melansir RT Sport, dengan didiskualifikasinya ketiga tim itu, PSG yang hingga detik ini belum mengumumkan membelot dapat dinyatakan sebagai juaranya.

Namun, skenario lain memuncukan atau menarik kembali klub-klub yang tersingkir di perempatfinal seperti Borussia Dortmund, FC Porto, dan Bayern Munich.

Sementara itu, Presiden UEFA (Asosiasi Sepakbola Eropa), Aleksander Ceferin menegaskan klub dan pemain yang terlibat dalam Liga Super Eropa yang diusulkan sejumlah klub, akan dilarang 'secepat mungkin' dari semua kompetisi, termasuk Piala Dunia.

Keputusan ini juga menjadi ancaman bagi Denmark di Piala Eropa 2021. Pasalnya, pemain-pemain bintang mereka seperti Christian Eriksen dan Martin Braithwaite berada dalam tim yang akan tampil di Liga Super Eropa yakni Inter Milan, dan Barcelona.

"Saya percaya bahwa kontrak otomatis berakhir ketika klub-klub memilih keluar dari turnamen UEFA. Kemudian para pemain bebas dan dapat memilih untuk bermain di klub yang merupakan bagian dari kompetisi kami," ucapnya.

"Jika Anda tidak ingin menjadi bagian dari model olahraga Eropa maka saya tidak dapat melihat bahwa Anda dapat bermain di tim nasional. Itu pasti memiliki beberapa konsekuensi, dan saya pikir kali ini akan terjadi," jelasnya.