Madura United Galau Menyikapi Lanjutan Shopee Liga 1 yang Tidak Jelas

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bangkalan - PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) tidak kunjung memberikan kepastian terkait nasib lanjutan Shopee Liga 1. Padahal, mereka berencana menggelar kembali kompetisi tersebut pada Februari 2021 dengan titel Shopee Liga 1 2020/2021.

Madura United merasa gerah dengan situasi yang masih tidak menentu hingga saat ini. Apalagi rencananya lanjutan Shopee Liga 1 itu digelar kurang dari dua bulan lagi. Saking gerahnya, Madura United menyarankan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia untuk musim ini dihentikan saja.

"Madura United akan lebih legowo kalau kompetisi 2020 selesai," ujar Zia Ulhaq, Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu, perusahaan yang menaungi Madura United, Kamis (17/12/2020).

Sebelumnya, Direktur Madura United, Haruna Soemitro, menyatakan kepada Bola.com bakal membubarkan tim jika situasi tidak berubah. Sikap PSSI itu membuat banyak klub mengalami banyak kerugian secara finansial.

Zia Ulhaq menegaskan bahwa rencana pembubaran itu bukan isapan jempol belaka. Tapi, pihaknya tetap berharap musim ini dihapus dan sebaiknya fokus untuk memulai musim baru.

"Madura United memang mempersiapkan opsi untuk membubarkan tim yang sudah dibentuk untuk persiapan kompetisi 2020, jika memang PSSI dan LIB tidak memiliki kejelasan dan kepastian," kata Zia.

"Madura United justru berharap pelaksanaan kompetisi Shopee Liga 1 2020 dipastikan berakhir dan langsung mengawali persiapan kompetisi 2021," imbuh pria asli Pamekasan tersebut.

Gamang

Striker Madura United, Rivaldi Bawuo. (Bola.com/Aditya Wany)
Striker Madura United, Rivaldi Bawuo. (Bola.com/Aditya Wany)

Situasi tak menentu ini membuat klub berjulukan Laskar Sape Kerap gamang. Pasalnya, kontrak pemain bakal rampung akhir Desember 2020. Mereka tidak bisa mengambil langkah soal kontrak tersebut tanpa kepastian nasib Shopee Liga 1.

"Untuk saat ini, semua klub pastinya memiliki perencanaan yang gamang dan bingung, apakah tim untuk kompetisi 2020 akan dibubarkan atau tidak. Ada simalakama, baik bagi klub maupun pemain," ucap Zia.

"Jika tim tidak dibubarkan, baik pemain dan klub masih sama-sama memiliki ikatan. Mereka akan bermain di klub lain, juga tentunya gamang karena masih ada ikatan sementara kompetisinya tidak berjalan," imbuhnya.

Video