Madura United: Kalau Ingin Klub Shopee Liga 1 Bangkrut, PSSI Silakan Tidur

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bangkalan - Manajemen Madura United makin gerah dengan sikap yang ditunjukkan oleh PSSI. Federasi sepak bola Indonesia itu tidak kunjung mengumumkan kejelasan nasib lanjutan Shopee Liga 1 yang rencananya digelar lagi pada Februari 2021.

Direktur Madura United, Haruna Soemitro, menyebutkan klubnya sudah mengalami banyak kerugian akibat situasi ini. Namun, lanjut Haruna, PSSI seakan tidak memahami permasalahan yang dialami oleh klub.

“Kalau memang mau klub ini bangkrut atau hancur, ya sudah, PSSI silakan tidur saja. Tidak usah kerja. Tidak usah memastikan kapan kompetisi digelar. Situasinya sekarang ini makin ambyar,” kata Haruna saat dihubungi Bola.com, Rabu (23/12/2020).

Apa yang dilontarkan oleh Haruna itu merupakan ungkapan satire terhadap PSSI. Secara finansial, klub-klub kontestan Shopee Liga 1 sudah mengalami kerugian. Selain itu, subsidi yang menjadi hak klub juga tidak jelas.

Belum lagi, ketidakpastian nasib Shopee Liga 1 ini juga membuat klub kehilangan sejumlah pemainnya. Terbaru, Madura United terpaksa melepas gelandang muda Syahrian Abimanyu yang baru saja resmi bergabung klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim.

“Kalau memang itu (bangkrut atau hancur) yang diharapkan PSSI, ya silakan saja. Biarkan saja klub-klub ini ditinggal pemain dan tidak punya sponsor. Mereka tidak segera memberi kepastian, mungkin itu niatnya membuat klub bangkrut,” sindir pria berusia 56 tahun tersebut.

Bagi Haruna, kepergian Syahrian Abimanyu ini juga merupakan imbas sikap PSSI. Kontraknya bersama Madura United telah berakhir pada 9 Desember 2020. Namun, Madura United tidak bisa memberi tawaran perpanjangan karena belum tahu apakah kompetisi akan digelar lagi.

Pemain Itu Aset

Johor Darul Ta'zim berencana untuk langsung meminjamkan Syahrian Abimanyu ke klub luar negeri karena dianggap sebagai investasi jangka panjang. (dok. Johor Darul Ta'zim)
Johor Darul Ta'zim berencana untuk langsung meminjamkan Syahrian Abimanyu ke klub luar negeri karena dianggap sebagai investasi jangka panjang. (dok. Johor Darul Ta'zim)

Gerbong eksodus pemain di level Shopee Liga 1 diprediksi bakal terus berlangsung. Beberapa pemain asing sudah memilih hengkang setelah mendapat tawaran dari klub-klub luar negeri.

Para pemain lokal juga mulai dikaitkan dengan klub-klub Asia Tenggara dan juga negara lainnya.

“Bagi Madura United, pemain itu aset. Tapi, kami tidak bisa memberi kepastian kontrak kalau kompetisi saja juga tidak pasti. Kalau nasibnya jelas kapan digelar, mungkin akan lain ceritanya,” ujar Haruna.

“Kami bisa menyodorkan perpanjangan kontrak untuk pemain dan melakukan perekrutan. Kalau ada klub tertarik, bisa melakukan peminjaman atau mekanisme transfer. Sekarang situasinya tidak seperti itu. Semuanya ambyar,” ujar mantan ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu.

Video