Madura United Tuntut PSSI Putuskan Nasib Shopee Liga 1 Sebelum Pergantian Tahun

·Bacaan 1 menit
Madura United Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Tak sampai dua bulan lagi Shopee Liga 1 2020 bakal dilanjutkan. Sesuai rencana, kompetisi itu helat lagi pada Februari 2021. Namun, PSSI dan PT LIB tidak kunjung segera mengumumkan kepada klub-klub kontestan kepastian Liga 1.

Sejauh ini, PSSI memang belum mengantongi izin dari kepolisian. Alasan itulah yang membuat Liga 1 batal dilanjutkan pada 1 Oktober 2020 lalu. Di sisi lain, klub-klub peserta sudah gerah dengan situasi tak menentu ini.

Madura United menuntut PSSI segera membuat keputusan soal nasib Shopee Liga 1. Sejauh ini, belum ada kepastian terkait jadwal pelaksanaan serta jaminan izin pertandingan dari kepolisian dan BNPB.

"Tiga hal tersebut penting ditetapkan setidaknya sebelum bulan Desember berakhir. Semuanya harus berbentuk tertulis dan komitmen jelas antara para pihak dan itu menjadi granted dari PT LIB," kata Zia Ulhaq, Direktut Utama PT Polana Bola Madura Bersatu.

"LIB dan PSSI harus memahami bahwa klub saat ini tidak ingin menjadi korban prank dengan ketidak pastian dari LIB karena gagal mendapatkan kepastian ijin keamanan maupun perangkat izin lainnya," imbuhnya.

Madura United sebelumnya telah berencana memulai latihan lagi pada pertengahan Desember ini. Waktu selama enam pekan persiapan dirasa cukup untuk mematangkan komposisi tim.

Sayangnya, PSSI tidak segera tanggap hingga menjelang pergantian tahun. Padahal, klub-klub kontestan sudah banyak dirugikan secara finansial hingga kehilangan sejumlah pemain penting.

Tidak Mudah Mengatur Klub Sepak Bola

Di sisi lain, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, malah menganggap fenomena eksodusnya para pemain dari klub bukan menjadi masalah dan masuk dalam ranah klub.

"Penekanan bahwa harus sebelum Desember berakhir tentunya PSSI maupun LIB harus memahami bahwa tim untuk menjalani pertandingan butuh persiapan dalam waktu yang tidak hanya satu dua hari selesai," ucap Zia.

"Belum efek lain dari persiapan, klub harus melakukan perjanjian dengan ikatan hukum yang berdampak pada finansial," ungkap pria asli Pamekasan tersebut.

Video