Mafia Human Trafficking Lebih Bahaya Dibanding Cuaca Ekstrim

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Batam - Kecelakaan di laut yang menewaskan Pekerja Migran Indonesia (PMI ) Ilegal ternyata sering terjadi di perairan antara Kepri dan Malaysia saat cuaca buruk.

Cuaca ekstrim ini seperti menjadi rutinitas alam. Justru saat inilah yang dimanfaatkan sindikat Human Traficking menyelundupkan Pekerja Migran ilegal ke Malaysia melaui Kepri.

Kecelakaan Laut yang menewaskan puluhan Korban Pekerja Migran Ilegal Indonesia yang terjadi beberapa hari lau di perairan Johor Baru Malaysia tepatnya Tanjung Belau, Pasir Gudang merupakan peristiwa yang kesekian kali.

Sebelumnya, peristiwa hal serupa juga pernah terjadi tenggelamnya kapal PMI di Teluk Mata ikan, Perairan Nongsa, Batam, September 2016 dan menewaskan lebih dari 100 Pekerja Migran Indonesia. Kejadian ini seperti menunjukkan lemahnya pengawasan dan minimnya lapangan pekerjaan di tanah air.

Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI Irjen Pol Achmad Kartiko menyatakan perang terhadap sindikat penempatan PMI Ilegal.

"Negara tidak boleh kalah menghadapi mafia, calo atau jaringan yang terlibat didalamnya, " kata Acmad Santiko, saat pemulangan 11 jenazah PMI korban kapal tenggelam di Malaysia, Kamis Malam (23/1/21) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri

Siapa lebih sadis?

Pekerja Rumah Tangga Migran (PRT Migran) yang tergabung dalam Migrant Care membentangkan poster saat aksi damai di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (18/12). Aksi tersebut memperingati Hari Migran Internasional 2016. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Pekerja Rumah Tangga Migran (PRT Migran) yang tergabung dalam Migrant Care membentangkan poster saat aksi damai di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (18/12). Aksi tersebut memperingati Hari Migran Internasional 2016. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Menurutnya pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah berserta tokoh masyarakat harus bersama-sama memerangi mafia pekerja migran ilegal. Semua harus dimulai dari hulu dengan mengidentifikasi setiap warga masyarakat yang akan bekerja di luar negeri. Jika masyarakat menemukan praktik terindikasi human trafficking, diminta segera melaporkan ke polisi agar kejadian serupa tak terulang kembali.

"Laporan itu nanti akan ditindaklanjuti dengan investigasi secara menyeluruh berkordinasi dengan polri sehingga dengan ini dapat memberantas calo-calo ilgal yang ada di Indonesia," katanya.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang WNI yang bekerja diluar negeri.

"Kita berharap tidak terulan,g lagi kejadian seperti ini untuk kedepannya,"katanya.

Penuturan para pemangku kepentingan dari pemerintahan jelas. Human trafficking jauh lebih berbahaya dibanding cuaca buruk atau cuaca ekstrim. Ini disebabkan karena mafia human trafficking memanfaatkan cuaca ekstrim tiap tahunnya untuk menyelendupkan dan memperdagangkan manusia.

Simak video pilihan berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel