Mafia Tanah Sasar Orang Tua Dino Patti Djalal, Penjaga Rumah Dicokok

Dedy Priatmojo, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polisi membenarkan telah mencokok komplotan mafia tanah yang mengubah status kepemilikan tanah milik orang tua mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal. Sedikitnya, ada tiga orang yang dicokok. Mereka adalah Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto, dan Ferry.

Kepala Subdirektorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Dwiasi Wiyatputera menyebut, pelaku saat ini sudah berstatus narapidana dan sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.

Mereka pernah terlibat mafia properti dan diungkap pihaknya pada tahun 2019 lalu.

"Tersangka utama yaitu kelompok Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto, Ferry, dan kawan-kawan. Saat ini sudah menjalani putusan pidana terkait mafia properti yang diungkap oleh Subdit 2 harda pada tahun 2019 di Lapas Cipinang," ucap dia kepada wartawan, Rabu 10 Februari 2021.

Dirinya menjelaskan, usut punya usut dalam perkara perubahan sertifikat tanah milik orang tua Dino melibatkan seseorang yang dipercaya menjaga rumah. Pelaku sudah dicokok kata Dwiasi. Dia bernama Tofan. Kata Dwiasi, berkas kasusnya masuk tahap pemeriksaan jaksa.

"Pada 12 November 2020, tim juga telah menangkap Tofan orang kepercayaan yang menjaga rumah milik orang tua Dino Patti Djalal," katanya lagi.

Sebelumnya, Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal mengungkap kasus pencurian sertifikat rumah keluarganya sendiri belum lama ini. Dino mengatakan pencurian sertifikat rumah ini sangat terencana dan sistematis.

Melalui akun Twitter pribadinya, Dino berbagi cerita soal aksi penjarahan oleh para komplotan pencuri sertifikat rumah milik ibunya di kawasan Antasari, Jakarta Selatan. Sertifikat dicuri dan tiba-tiba beralih kepemilikan.

"Tahu2 sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi bahkan tidak ada pertemuan apapun dgn Ibu saya," tulis Dino melalui akun twitter pribadinya, Selasa malam, 9 Februari 2021.

Mantan Staf Khusus Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono itu menyebut modus komplotan pencuri sertifikat rumah ini adalah mengincar target, membuat KTP palsu, berkolusi dengan broker hitam dan notaris bodong, memasang figur-figur mirip foto di KTP yang dibayar untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu.

"Komplotan ini sudah secara terencana menargetkan sejumlah rumah ibu saya yang sudah tua," ujarnya.

Dino mengakui saat ini polisi sudah bergerak mengusut kasus tersebut dan segera menangkap para pelaku. Ia mengklaim aktor intelektual komplotan pencuri sertifikat rumah keluarganya sudah bisa diidentifikasi. Ia berencana mengungkap siapa aktor kejahatan ini pada saatnya nanti.

"Pada waktunya nanti akan saya sebarkan foto+ nama mrk. Sy yakin respon awal pimpinan komplotan ini nantinya adalah MENCOBA menyogok aparat keamanan agar bebas dr hukum. Jangan sampai!," ungkapnya.