Magnificent Fashion Designer - Nonita Respati: Hidupkan Purana Sebagai Brand Fashion Beretika dan Berbudaya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Nama Nonita Respati sudah tidak asing di industri fashion lokal. Sukses dengan brand Purana, Nonita Respati menghidupkan kembali batik di generasi muda namun tetap beretika pada lingkungan.

Mendirikan Purana pada 2008, Nonita Respati menyalurkan kecintaannya pada dunia fashion dan wastra Indonesia yang diwarisi oleh sang ibu dan eyangnya. Ya! Sejak kecil Nonita Respati sudah sangat akrab dengan industri batik, terlebih sang ibu yang menjadi kolektor serta eyangnya yang dulunya merupakan pemilik pabrik batik di Solo.

TERKAIT: Tie-dye artisan Batak jadi 48 busana resort Purana yang menggertak di JFW 2019

TERKAIT: Synchronized, Koleksi Kolaborasi PURANA dan Hakim Satriyo, Hadirkan Konsep Unik

Tidak pernah terpikir di benak Nonita bahwa dirinya akan masuk ke dalam deretan desainer ternama Indonesia. Pasalnya, jauh sebelum menjadi desainer, Nonita sempat terjun di dunia jurnalistik dengan menjadi editor fashion. Dengan bekerja sebagai editor fashion, kecintaan Nonita akan dunia fashion semakin terpupuk hingga akhirnya memutuskan untuk mendirikan brand sendiri.

Mengaku mendirikan brand dari sesuatu yang ia tahu, Nonita Respati belajar tentang fashion. Mulai dari potongan, siluet, dan tren pasar. Berbekal pengalaman inilah, perempuan berusia 40 tahun itu memberanikan diri untuk terjun secara praktis di dunia fashion.

Memperkenalkan motif batik

(c) PURANA
(c) PURANA

Pertama kali, Nonita Respati bersama Purana memperkenalkan motif-motif batik yang ia rancang sendiri dengan warna baru di Jakarta Fashion Week 2012. Motif-motif ini diaplikasikan pada potongan outfit yang unik sehingga menarik perhatian generasi muda. Purana mulai dikenal sebagai brand fashion lokal dengan identitas tie dye dan potongan unik.

Dalam proses pembuatan koleksi, Nonita memperhatikan sangat detail, termasuk dampak terhadap lingkungan. Purana meminimalisir limbah industri dengan penggunaan warna alami, memaksimalkan kain yang ada, hingga memanfaatkan kain perca sebagai aksen.

Berkiprah di pasar internasional

Motif yang diangkat dari komposisi foto yang direalisasikan.
Motif yang diangkat dari komposisi foto yang direalisasikan.

Selain mengekspos batik, kini Purana juga mulai melirik tenun sebagai warna baru di koleksi yang digarapnya. Ini menjadi langkah Nonita bersama Purana untuk melestarikan budaya Indonesia dengan menghadirkan busana kekinian dan menggaet generasi muda. Selain Los Angeles, Purana sudah menyapa pecinta fashion di Tokyo, Kuwait, hingga Eropa.

Kegigihan Nonita Respati membawa Purana menjadi brand fashion yang kini mulai merambah pasar internasional. Nonita pernah mendapat tawaran untuk memamerkan karyanya di Los Angeles Fashion Week 2016 yang mempertemukannya dengan banyak buyer internasional.

Yuk! Vote Magnificent Fashion Designer versi kamu di sini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel