Magnificent Woman - Melati Wijsen: Perempuan Indonesia yang Tampil di Festival Film Cannes 2021

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Melati Wijsen adalah seorang aktivis lingkungan Indonesia yang berasal dari Bali. Ia mempelopori Bye Bye Plastic Bags, gerakan lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik.

Melati Wijsen mencuri perhatian di acara Festival Film Cannes 2021, di Prancis pada 10 Juli 2021. Dalam acara itu, Melati Wijsen menghadiri pemutaran perdana film Bigger Than Us. Ia menjadi salah satu bintang utamanya yang beradu akting dengan Xiuhtezcatl Martinez, Mohamad Al Jounde, Mary Finn, Rene Silva, dan Memory Banda.

Film dokumenter yang diproduseri oleh aktris senior Prancis, Marion Cotillard itu menceritakan perjalanan Melati Wijsen dalam berjuang mengatasi masalah sampah plastik. Berkat hal itu, ia berhasil melobi pemerintah daerahnya untuk melarang penjualan kantong plastik di Bali selama enam tahun.

TERKAIT: Resor Mewah di Uluwatu dukung Upaya Pariwisata Regeneratif, Cegah Pencemaran Sampah Plastik

TERKAIT: P&G Indonesia Beri Reward untuk Pengumpulan Sampah Plastik Sachet dan HDPE

TERKAIT: Diary Fimela: Brand Lokal Kim and Ally Menyediakan Pakaian Olahraga Terbuat dari Sampah Botol Plastik dengan Beragam Ukuran

Keturunan Belanda-Indonesia

Melati Wijsen (Foto: Instagram (@melatiwijsen)
Melati Wijsen (Foto: Instagram (@melatiwijsen)

Perempuan berparas cantik ini rupanya keturunan Belanda-Indonesia. Salah satu orang tuanya berasal dari Bali. Melati Wijsen menempuh pendidikan di Green School Bali, salah satu sekolah internasional yang terletak di daerah Badung.

Ia bersekolah sejak 2008 dan telah menyelesaikan pendidikannya di 2019. Meski saat ini usianya masih terbilang sangat muda, ia sudah berkeliling dunia untuk mengkampanyekan ancaman kantong plastik terhadap kelestarian lingkungan.

Punya Kepedulian terhadap Lingkungan Sejak Remaja

Melati Wijsen (Foto: Instagram (@melatiwijsen)
Melati Wijsen (Foto: Instagram (@melatiwijsen)

Sejak masih remaja, Melati Wijsen sudah memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang rupanya diturunkan di keluarga. Adiknya, Isabel Wijsen juga memiliki visi dan misi yang sama. Melati dan Isabel mendirikan Bye Bye Plastic Bags pada 2013 silam ketika mereka masih sangat muda. Kala itu Melati baru berusia 17 tahun dan adiknya berusia 15 tahun.

Di usia yang masih belia, Melati dan Isabel sudah memikirkan soal peran mereka terhadap lingkungan. Latar belakang mereka mendirikan Bye Bye Plastic Bags berawal dari pelajaran yang diterima di sekolah. Beberapa tokoh yang menginspirasinya adalah Nelson Mandela, RA Kartini, dan Mahatma Ghandi.

Berkat kerja kerasnya mewujudkan Bali tanpa kantong plastik, Melati Wijsen pernah didapuk sebagai salah satu remaja paling berpengaruh di dunia versi CNN Heroes Young Wonders pada 2018. Bersama Isabel, Melati juga mendapatkan penghargaan dari Bambi Awards (2017) yang diadakan di Berlin, Jerman.

Bertepatan dengan FIMELA Magnificent 11, yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun FIMELA yang ke-11. Melati Wijsen masuk salah satu nominasi kategori Magnificent Woman karena perjuangannya yang menginspirasi perempuan Indonesia. Kamu bisa voting Melati Wijsen sebagai Magnificent Women di sini!

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel