Mahalnya Biaya Jagain Mark Zuckerberg

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mau tahu berapa biaya buat jagain pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan keluarganya? Mengutip situs Business Standard, Selasa, 13 April 2021, raksasa media sosial itu harus menggelontorkan dana hingga US$23,4 juta (Rp344 miliar) pada tahun lalu.

Hal ini terungkap dari tinjauan tahunan Facebook terhadap keamanan yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Security and Exchange Commission/SEC). "Dia identik dengan Facebook. Akibatnya, sentimen negatif terkait perusahaan kami secara langsung dikaitkan dan seringkali dialihkan kepadanya," demikian keterangan resmi Facebook.

Baca: Ngeri, Ini Deretan Investor Kakap di Belakang Gojek dan Tokopedia

Berdasarkan tinjauan, biaya program keamanan untuk melindungi keamanan Mark Zuckerberg dan keluarganya meningkat pada 2020. Peningkatan terjadi karena protokol perjalanan di masa COVID-19 serta cakupan keamanan Mark Zuckerberg selama musim Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020.

"Dalam periode lain dengan peningkatan risiko keamanan serta peningkatan biaya untuk personel keamanan," kata Facebook. Dana Rp344 miliar itu dihabiskan untuk keamanan pribadi di kediaman Mark Zuckerberg serta untuk perjalanan dirinya dan keluarga.

Tidak hanya itu, disebutkan pula bahwa sang CEO mendapatkan tambahan US$10 juta (Rp147 miliar) untuk biaya personel keamanan dan biaya keamanan lainnya. Biaya keamanan dasar naik menjadi US$13,4 juta (Rp197 miliar) tahun lalu dibandingkan dengan US$10,4 juta (Rp153 miliar) pada 2019.

"Komite kompensasi, pencalonan, dan tata kelola percaya, biaya ini sepadan dan diperlukan mengingat ancaman dan fakta bahwa Zuckerberg hanya meminta digaji US$1 (Rp14.700) dalam satu tahun. Ia juga tidak menerima pembayaran bonus, penghargaan ekuitas, atau kompensasi lainnya," kata Facebook dalam pernyataan resminya.

Masih dalam laporan yang diajukan, Facebook mengatakan akan mengajukan proposal pada pertemuan pemegang saham pada 26 Mei mendatang untuk menawarkan keamanan pribadi kepada direktur non-karyawan. Hal ini dilakukan karena perlunya pengawasan berkelanjutan bagi para direktur sebagai kompensasi atas layanan mereka di dewan direksi.

Facebook juga menyetujui layanan keamanan pribadi untuk beberapa direktur non-karyawan pada Januari dan Februari 2021, sehubungan dengan pengawasan tingkat tinggi yang dihadapi perusahaan, pejabat ekesekutif, dan direktur perusahaan setelah Pilpres AS 2020 dan serangan di Capitol Hill, Washington DC pada 2 Januari 2021.

Laporan pada Januari lalu oleh Tech Transparency Project mengungkap bahwa beberapa ekstremis perusuh di serangan Capitol Hill memakai grup pribadi Facebook selama berbulan-bulan untuk merencanakan dan mengkoordinasi serangan.