Mahanati Lestusen Mengenang Penalti Penentu Kemenangan Timnas Indonesia di Semifinal Piala AFF 2016: Pemain Senior Tidak Mau Ambil!

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia menjalani laga yang dramatis pada leg kedua semifinal Piala AFF 2016. Laga kontra Vietnam itu harus diselesaikan lewat babak tambahan waktu.

Saat itu Timnas Indonesia datang ke Hanoi dengan keunggulan agregat 2-1 pada leg pertama semifinal. Hasil imbang di Hanoi sudah bisa membuat skuad asuhan Alfred Riedl lolos ke final.

Namun, Vietnam memberikan perlawanan sengit. Ngoc Hai Que dkk. berhasil unggul 2-1 hingga selesai babak kedua dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Pada babak ini, terjadi drama menarik. Ferdinan Sinaga dijatuhkan di area terlarang dan wasit menunjuk titik penalti. Kepada Sport77 Official, Manahati Lestusen yang menjadi starter pada laga itu menyebut tidak ada yang berani mengambil tendangan penalti itu, termasuk para pemain senior.

"Tidak ada pemain yang mau mengambil tendangan penalti itu. Saya terkejut para pemain menghindar dan pada akhirnya saya yang maju,” kata Manahati Lestusen.

Zulham dan Ferdinan Menolak

Pada semifinal leg kedua, Indonesia bermain imbang 2-2 melawan Vietnam. lewat gol bunuh diri Tran Dinh Dong dan gol penyeimbang Manahati Lestusen di ujung babak kedua yang memastikan Indonesia lolos ke final Piala AFF 2016. (AFP/Hoang Dinh Nam)
Pada semifinal leg kedua, Indonesia bermain imbang 2-2 melawan Vietnam. lewat gol bunuh diri Tran Dinh Dong dan gol penyeimbang Manahati Lestusen di ujung babak kedua yang memastikan Indonesia lolos ke final Piala AFF 2016. (AFP/Hoang Dinh Nam)

Padahal di skuad Garuda saat itu ada pemain yang terbiasa menjadi eksekutor penalti di level klub. Sebut saja seperti Zulham Zamrun, Ferdinan Sinaga, atau Bayu Pradana.

“Saat itu, Zulham Zamrun dan Ferdinan Sinaga meminta saya untuk menendang. Sambil tersenyum, saya sebenarnya sangat marah karena mereka merupakan pemain senior,” jelas Manahati Lestusen.

Dengan nada bercanda, Manahati menyatakan apa isi hatinya saat itu. Juga soal kekhawatirannya jika bola itu tidak masuk.

"Dalam hati kalau tidak masuk saya pindah negara, kalau tidak ada yang mau mengambil ya siapa lagi, masa pelatih," ujarnya sembari tertawa.

Tendang ke Tengah

Para pemain Timnas Indonesia melakukan sujud usai Manahati Lestusen mencetak gol lewat titik putih pada leg kedua semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Nasional My Dinh, (07/12/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)
Para pemain Timnas Indonesia melakukan sujud usai Manahati Lestusen mencetak gol lewat titik putih pada leg kedua semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Nasional My Dinh, (07/12/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Tekanan kepada Manahati Lestusen saat itu semakin tinggi. Sebab, yang menjaga gawang Vietnam saat itu bukan seorang penjaga gawang melainkan bek tengah, Ngoc Hai Que.

Kiper Vietnam ketika itu, Nguyen Tanh Binh mendapatkan kartu merah. Menurut Manahati, sebagai seorang yang bukan kiper, Ngoc Hai Que lebih paham dalam membaca arah bola.

Manahati dengan ketegangan yang tinggi pun memutuskan untuk mengarahkan bola ke posisi tengah gawang. Beruntung, bola tembahan Manahati itu masuk.

"Saya shooting saja ke tengah, untung dia bergerak. Makanya delay dulu itu baru selebrasi toh, takut tidak masuk," tandasnya.

Gagal di Final

Bek Timnas Indonesia, Manahati Lestusen (kiri) berebut bola dengan Theerathon Bunmathan (Thailand) saat laga final kedua Piala AFF 2016 di Rajamangala National Stadium, Bangkok, Sabtu (17/12). Thailand menang 2-0. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Bek Timnas Indonesia, Manahati Lestusen (kiri) berebut bola dengan Theerathon Bunmathan (Thailand) saat laga final kedua Piala AFF 2016 di Rajamangala National Stadium, Bangkok, Sabtu (17/12). Thailand menang 2-0. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Gol dari Manahati itu membuat skor menjadi imbang 2-2. Timnas Indonesia pun lolos ke babak final dengan keunggulan agregat 4-3 atas Vietnam.

Pada babak final, Thailand menjadi lawan. Timnas Indonesia menang 2-1 pada laga final leg pertama yang digelar di Pakansari, Bogor.

Namun, keberuntungan belum berpihak kepada skuad Garuda saat itu. Pada laga leg kedua, Kurnia Meiga dkk. kalah 0-2 dari Thailand.

Thailand pun berpesta di kandang sendiri. Sementara Timnas Indonesia haru kembali ke Tanah Air lagi-lagi dengan tangan hampa.

Sumber: Sport77 Official