Maharani Suciyono Ngaku Kaget Saat Diberi Uang Rp 10 Juta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahasiswi yang sempat diamankan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Le Meridien, Jakarta terkait kasus korupsi impor daging sapi, Maharani Suciyono (19), mengaku baru sekali bertemu dengan Ahmad Fathanah.

Ditemui Tribun di kediamannya di kawasan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur (01/02/2013), perempuan yang akrab dipanggil Rani itu mengatakan awal perkenalannya dengan pengusaha daging itu berawal saat ia dan teman-temannya tengah "kongkow" di sebuah kafe di Senayan City, Jakarta Pusat pada Senin malam, (28/01/2013).

Saat ia dan teman-teman menuju pintu keluar, tiba-tiba salah seorang pelayan menghentikan langkahnya, dan menyampaikan pesan dari seseorang bernama Ahmad, pelayan itu juga memberikan nomor telepon Ahmad.

"Saya sempat tanya ke pelayan, ini untuk saya, atau untuk teman saya, tapi katanya nomor itu untuk saya," ujarnya.

Rani pun menghubungi nomor itu, dan keduanya pun langsung sepakat untuk bertemu di Hotel Le Meridien keesokan harinya. Ahmad yang belakangan ia ketahui sebagai seorang pengusaha itu menjanjikan Rani makan malam.

"Dia (Ahmad) mengaku sebagai pengusaha dan ikut partai, saya diberi uang Rp 10 Juta, saya sempat kaget, saya tanya uang ini asli apa palsu," tambahnya.

Tak lama kemudian, petugas KPK pun datang dan langsung mengamankan Ahmad, termasuk dirinya. Rani mengaku salah seorang petugas sempat menyampaikan kepadanya, bahwa KPK sudah tahu kalau ia tidak ada sangkut pautnya dengan kasus dugaan korupsi impor daging sapi, namun Rani tetap diangkut ke kantor KPK.

"Saya ditanya-tanya lagi sama petugas KPK, saya mengaku tidak kenal dengan pak Ahmad," tandasnya.

Dari kasus itu, KPK juga ikut mengamankan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfie Hasan Ishaaq, karena diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.