Maharani Suciyono Terancam Dapat Sanksi Kampus  

TEMPO.CO, Jakarta - Humas Universitas Moestopo Beragama, Gunawan, mengatakan Maharani Suciyono, mahasiswi angkatan 2012, terancam mendapat sanksi dari kampus. "Jika terbukti bahwa dalam kamar hotel itu diduga Maharani Suciyono, akan diberikan sanksi tegas karena mencoreng nama kampus," katanya, Jumat, 1 Februari 2013.

Nama Maharani mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkapnya bersama seorang pria yang diduga pengantar uang untuk mantan Presiden PKS Luthfi Hassan Ishaaq, Selasa, 29 Januari 2012. Menurut sumber Tempo, Maharani ditangkap di dalam kamar hotel, bersama pria yang belakangan diketahui bernama Ahmad Fathanah.

Menurut Gunawan, Maharani jarang datang menghadiri perkuliahan di kampus. "Di awal semester saja masuk. Selebihnya 30 persen absen," katanya.

Pekan lalu, pihak kampus telah mengecek Maharani. "Tapi hingga detik ini, tidak ada dari pihak KPK yang melakukan komunikasi ke kami,"ujar Gunawan.

Ia menambahkan, sosok Maharani Suciyono tidak begitu terbuka. Selain jarang masuk kuliah, Maharani tidak begitu banyak dikenal di kampus.

Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi Moestopo mengaku tidak mengenal Maharani Suciyono.

"Nama Maharani Suciyono tidak kenal," kata Atik, mahasiswi semester III Fakultas Ilmu Komunikasi.

ARDIANSYAH RAZAK BAKRI

Berita Terpopuler Lainnya:

Detik-detik Terakhir Praja IPDN Masih Ditertawakan

Yusuf Supendi: Konspirasi Suap Daging, PKS Mabuk

Anis Matta: PKS Ibarat Logo Nike

Spanduk Sapi, Anis Matta: Kami Bukan Makhluk Suci

Habibie: Pindah = Soeharto Keluar dari Cendana

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.