Mahasiswa di Yogyakarta ternyata dibacok 2 WN Timor Leste

MERDEKA.COM. Jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta membekuk pelaku pembacokan terhadap Mario Maya (22), mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Adisutjipto Yogyakarta pada Minggu (14/4) lalu di dekat kantor BPK Tegalrejo Yogyakarta.

Adapun penangkapan terhadap dua tersangka bernama Adilson (25) dan Olimpius da Silva (25) warga Negara Timor Leste, merupakan buntut dari aksi penganiayaan yang dilakukan terhadap Mario. Korban saat itu pulang dari kegiatan olahraga dengan ditemani dua temannya.

Saat di lokasi kejadian, ia lalu dibacok kedua pelaku hingga korban menderita luka cukup parah di bagian lengan kanan. Ia lalu dilarikan ke RS untuk dilakukan perawatan secara intensif.

Wakasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Ilyas mengatakan, kedua tersangka diamankan karena melakukan aksi penganiayaan, sekaligus membakar sepeda motor korban.

Adapun kedua pelaku ditangkap Kamis (18/04) di kos-kosannya kawasan Babarsari Caturtunggal Depok Sleman.

"Benar kami telah mengamankan pelaku pembacokan di TKP Tegalrejo Yogyakarta seminggu lalu," kata Ilyas di Polresta Yogyakarta, Sabtu (20/4).

Lebih lanjut Ilyas menambahkan, dua tersangka berstatus sebagai mahasiswa PTS di Yogyakarta itu terbukti melakukan tindak penganiayaan.

Selain itu, mereka juga membakar sepeda motor korban setelah ia melukai dengan pedang. Korban yang mengalami luka pada bagian lengan kanan harus di jahit pada tubuh korban sebanyak 33 jahitan.

Kemudian, motif kedua pelaku melakukan aksinya itu, lanjut Ilyas, lantaran dipicu dendam pribadi dengan korban.

Selain membekuk tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah pedang, satu unit sepeda motor milik tersangka, helm, batu yang untuk merusak motor korban, dan jaket milik korban.

"Kedua tersangka diancam pasal 170 KUHP, kurungan 12 tahun penjara," ucapnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.