Mahasiswa FTUI runner-up se-Asia Tenggara berkat inovasi sabun cair

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang tergabung dalam Tim Meliora mengembangkan inovasi sabun cair ramah lingkungan dengan bahan dasar minyak kelapa berhasil meraih juara kedua kompetisi Kasus Bisnis Indonesia Chemical Engineering Challange (IChEC) 2022.

Ketiga mahasiswa itu adalah Cyntia Tan (Teknik Industri, 2019), Angelique Lim (Teknik Kimia, 2019), dan Crescencia Melissa (Teknik Kimia, 2019).

“Tim kami memilih salah satu brand di bawah PT Paragon, yakni Wardah. Wardah dikenal sebagai brand kecantikan yang diminati oleh masyarakat Indonesia," kata Ketua tim Meliora Crescencia dalam keterangannya, Selasa.

Ia mengatakan produk yang kami pilih untuk dipasarkan di bawah Wardah adalah produk sabun mandi cair. Kami mengusulkan produk Coco Go! Produk ini merupakan sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar minyak kelapa.

Baca juga: FTUI juara pertama lomba desain jembatan di NTU Singapura

Baca juga: FTUI buka program profesi insinyur jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau

Tim Meliora ikut ambil bagian pada kategori Kasus Bisnis, dengan mengusulkan produk yang dapat membantu perusahaan yang mereka pilih, untuk mengembangkan produk dan memasuki pangsa pasar untuk produk tertentu.

Anggota Tim Meliore, Cyntia Tan menjelaskan terkait keunggulan produk Coco Go, karena biasanya formula sabun mandi yang diproduksi oleh industri kecantikan pada umumnya menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan.

Sebut saja, kandungan Sodium Laureth Sulfate sebagai Surfactant yang dapat membuat iritasi pada kulit sensitif dan menurunkan 40 persen kandungan oksigen apabila limbah produk itu masuk ke dalam air.

Oleh karena itu, kami membawa sebuah solusi untuk mengatasi masalah yang timbul dalam pembuatan sabun mandi tersebut. Kami mengganti penggunaan Surfactant tersebut dengan minyak kelapa. Penggantian bahan baku ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari pembuatan sabun mandi.

Surfactants berbahan dasar minyak kelapa lebih ekonomis dibandingkan dengan produk yang biasa digunakan. Penggunaan minyak kelapa dapat mengurangi 87 persen ongkos produksi.

Selain itu, pengembangan sabun mandi cair yang berkelanjutan ini adalah kunci dari ekonomi sirkular PT Paragon.

Tak hanya dari bahan dasar yang lebih ramah lingkungan, Tim Meliora juga menggunakan kemasan ramah lingkungan untuk produk Coco Go!

Namun, siklus hidup linier produk memiliki efek merugikan terhadap lingkungan. Sabun mandi cair menghasilkan pendapatan tertinggi pada industri perawatan tubuh.*

Baca juga: UI perkenalkan kipas dilengkapi ion generator

Baca juga: UI kukuhkan M Ali Berawi sebagai guru besar ilmu teknik sipil

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel