Mahasiswa Hukum dan Syariah, Ayo Ikuti Duta Peradilan Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Apakah kamu mahasiswa atau mahasiswi hukum & syariah dan tertarik untuk belajar serta mengasah skill dalam bidang hukum dan peradilan? Memimpikan dunia peradilan yang semakin berintegritas? Memiliki public speaking skills yang oke?

Jika jawabanmu adalah 'iya' maka ini adalah kesempatan emasmu untuk mengikuti Duta Peradilan Indonesia. Apa sih Duta Peradilan Indonesia?

Duta Peradilan Indonesia adalah ajang pemilihan anak muda terbaik dengan latar belakang pendidikan hukum & syariah sebagai Duta Peradilan Indonesia. Program ini diprakarsai oleh Mahkamah Agung bekerjasama dengan Emtek Digital. Seluruh rangkaian acara dapat diikuti GRATIS lho!.

Syaratnya, Warga Negara Indonesia (WNI), Usia 18-22 tahun saat mendaftar, Mahasiswa/i fakultas hukum & syariah dan jika terpilih bersedia mengikuti audisi online semi finalist, pembekalan dan karantina, pengukuhan, dan pengabdian.

duta peradilan indonesia
duta peradilan indonesia

©2022 Merdeka.com

Lalu bagaimana sih cara daftarnya? Gampang kok tinggal klik di sini (https://dutaperadilan.com/register). Lalu registrasi dan mengisi form registrasi Duta Peradilan Indonesia. Lalu mengunggah video perkenalan selama 1 menit. Setelah itu mengerjakan E-learning atau kuis yang sudah disediakan.

Setelah pendaftaran ditutup, panitia akan mengumumkan 100 peserta terpilih. 100 Peserta terpilih ini akan diminta mengerjakan esay sebagai syarat untuk lolos di babak selanjutnya. Dari 100 peserta tersebut akan dipilih 20 semi finalist Duta Peradilan Indonesia.

20 peserta yang lolos semi finalist Duta Peradilan Indonesia akan diaudisi secara online dan learning. Dan nantinya akan dipilih 8 peserta terbaik yang berhak masuk sebagai Duta Peradilan Indonesia.

Nah 8 Duta Peradilan Indonesia ini yang nantinya berhak mendapatkan pembekalan materi dan karantina selama 8 hari di Jakarta. Kemudian tahap berikutnya adalah Grand Final dan Pengukuhan Duta Peradilan Indonesia. Sang Duta nantinya akan mendapat kesempatan pengabdian dari bulan Agustus hingga Desember 2022.

duta peradilan indonesia
duta peradilan indonesia

©2022 Merdeka.com

Program Duta Peradilan Indonesia ini akan menghadirkan 3 dewan juri yaitu Eva Alicia, seorang entrepreneur. Juri kedua adalah D.Y. Witanto, Hakim Yustisial Mahkamah Agung atau Asisten Ketua MA. Dan juri ketiga adalah Ronald Lumbuun, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kementerian Hukum dan HAM
DKI Jakarta.

Lalu apa sih keuntungan dari program ini?

Pertama para finalis akan punya waktu seharian bersama Ketua Mahkamah Agung Prof HM Syarifuddin. Lalu ada pembekalan materi dan karantina selama 8 hari di Jakarta. Kunjungan ke peradilan. E-learning (modul pelatihan dan kuis) dari MA. Video pembelajaran yang ditayangkan di vidio.com. Pengukuhan Lencana Duta Peradilan Indonesia 2022. Pengabdian dari bulan Agustus hingga Desember 2022.

Selain itu juga ada sertifikat yang ditandatangani oleh Ketua MA. Uang tunai sebesar Rp25 juta net untuk Duta Peradilan Indonesia. Dan uang masing-masing sebesar Rp5 juta untuk 7 finalis. Menarik bukan!!. [hhw]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel