Mahasiswa Katolik Minta TNI-Polri Tingkatkan Keamanan Gereja

Bayu Nugraha, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) meminta TNI-Polri untuk memperketat keamanan di gereja menjelang perayaan Paskah 4 April 2021.

Ketua PP PMKRI Benidiktus Papa menyampaikan langsung permintaan ini setelah tindakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021.

"Terlebih khusus kami meminta ada pengamanan ekstra di masa paskah ini," kata dia dikutip dari keterangan tertulis hari ini.

Beni juga mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Pangdam, kapolri dan Panglima TNI beserta seluruh stakehorder terkait untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut.

"Oleh karena itu kami mendesak kepada aparat dan stakehorder terkait untuk mengusut tuntas kejadian tersebut siapa pun dalangnya," tutur dia.

Beni mengutuk keras aksi bom bunuh diri ini. Menurut dia, tindakan terror tersebut telah merusak perayaan Minggu Palma sebagai bagian dari pekan suci Paskah umat kristiani.

"Kami mengutuk keras tindakan teror yang terjadi hari ini di depan Gereja Katedral Makassar, saat umat sedang merayakan Minggu Palma," paparnya.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI Alboin Samosir menambahkan, tindakan bom bunuh diri merupakan tindakan terorisme untuk menciptakan ketakutan dan kecurigaan di masyarakat.

Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terpengaruh atas aksi terrorisme tersebut dan tetap tenang serta proaktif menjaga keamanan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dan tetap waspada, seraya proaktif menjaga ketenangan dan keamanan," kata Alboin.

Baca juga: Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Depan Katedral Makassar