Mahasiswa KKN internasional Unismuh donasi Masjid Filipina

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, melakukan penggalangan donasi untuk membantu pembangunan Masjid Al-Taqwa, salah satu masjid tertua di Laensasi, Filipina.

Koordinatori KKN Internasional Unismuh Ramlianto, mengatakan pihaknya sukses mengumpulkan sekira Rp10 juta dan disalurkan kepada pengurus Masjid Al-Taqwa.

“Tepat 31 Agustus, bantuan berupa uang resmi diberikan kepada pengurus Masjid Al-Taqwa senilai 31.931 peso atau setara Rp10 juta,” ujar Ramlianto dalam keterangan yang diterima di Makassar, Jumat.

“Dana yang terkumpul itu tidak terlepas dari uluran tangan serta seluruh elemen yang berpartisipasi, baik individu maupun kelompok yang telah ber-fastabiqul khairaat. Semoga menjadi syafaat di akhirat kelak,” ucap Ketua Umum Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar ini.

Elly Oschar sebagai Dosen Pendamping Lapangan mengatakan sejak orientasi, mahasiswa KKN internasional didorong untuk menunjukkan dakwah Muhammadiyah pada masyarakat global.

“Alhamdulillah, adik adik KKN Internasional ini bisa membuktikan dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat tempat mereka melakukan pengabdian,” kata Elly yang juga merupakan Wakil Dekan III FAI Unismuh Makassar.

Sementara itu, pengurus Masjid Al-Taqwa yang akrab disapa Bang Sami, menyampaikan terima kasih atas donasi yang diberikan.

“Kami mewakili warga Laensasi Filipina mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur, terutama adik adik Mahasiswa KKN Internasional Muhammadiyah. Ini merupakan kenang kenangan indah yang ditinggalkan untuk kami," ujarnya

"Terima Kasih banyak Pimpinan Muhammadiyah dan IMM FAI Unismuh Makassar atas segala kepeduliannya kepada kami. Donasi akan kami pergunakan untuk perbaikan dan melengkapi perlengkapan masjid yang masih kurang,” sambungnya.

Diketahui Masjid Al-Taqwa tersebut dibangun oleh orang orang Indonesia pada tahun 1979. Sebagian besar jamaah di masjid ini adalah keturunan warga Indonesia. Meskipun menjadi masjid tertua, kondisinya masih jauh dari kata layak.
Baca juga: 17 mahasiswa Unismuh Makassar magang internasional di Thailand
Baca juga: Mahasiswa Palestina ikuti kuliah singkat S2 di Unismuh Makassar
Baca juga: Unismuh Makassar seleksi 700 Wirausaha Merdeka Kemendikbudristek