Mahasiswa Miskin Untan Bebas Biaya Kuliah

TRIBUNNEWS.COM, TRIBUN - Sebanyak 352 calon mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) mendapat beasiswa penuh melalui program seleksi calon mahasiswa miskin tapi berprestasi (Bidik Misi).

Pemerintah akan menanggung biaya kuliah calon mahasiswa tersebut selama kurang lebih empat tahun masa perkuliahan.

Penerima calon mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia dilakukan melalui dua jalur. Jalur mandiri dengan kuota 40 persen, dan SMPTN dengan jumlah kuota 60 persen yang dilakukan dengan sistem online.

Bidik Misi sendiri diberikan kepada 20 ribu calon mahasiswa PTN di seluruh Indonesia.

Hampir seluruh penerima beasiswa tersebut berasal dari kabupaten/kota di Kalbar. Sebagian kecil lainnya merupakan calon mahasiswa dari luar Kalbar dan Pulau Kalimantan.

"Dari 633 SMA/SMK sederajat di Kalbar, 311 di antaranya ambil bagian dalam Bidik Misi. Tercatat 2546 pelamar yang berasal dari dalam maupun luar Kalbar mengikuti program ini. Ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 2074 pelamar," ujar Ketua Comdev and Outreaching Untan, Entin Daningsih saat jumpa pers di Untan, Sabtu (2/7).

Namun, ia menyayangkan Bidik Misi angkatan ke-2 banyak terdapat pelamar yang terlambat menyelesaikan syarat administrasi berupa berkas. Jumlahnya tak tanggung-tanggung yakni mencapai 486 pelamar.

Menurut Entin, beasiswa penuh tersebut meliputi biaya perkuliahan, buku, biaya hidup dan tempat tinggal.

Ditegaskannya jika mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi tak perlu mengeluarkan sepeser uang pun untuk kuliah.

"Semua biaya sudah ditanggung oleh pemerintah, termasuk biaya hidup setiap bulannya Rp 650 ribu. Kita sudah lakukan survei terlebih dahulu dan biaya hidup mahasiswa di Untan menengah sebanyak itu," terangnya.

Entin menambahkan, penilaian tak hanya berdasar pada prestasi di sekolah selama lima semester semata, tetapi faktor lain seperti demografi dan kondisi ekonomi menjadi bahan pertimbangan.

Untan membentuk sejumlah tim untuk turun langsung ke lapangan mengecek kondisi nyata calon mahasiswa penerima bantuan Bidik Misi.

"Bahkan tim yang turun ke daerah untuk mencapai rumah calom mahasiswa harus menempuh waktu 2-3 hari. Di Kota Pontianak secara ekonomi dan kondisi fisik rumah penerima beasiswa pun begitu memprihatinkan," jelasnya.

Rektor Untan, Thamrin Usman, mengungkapkan, pihaknya secara berkelanjutan akan  terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kalbar melalui bermacam cara.

Tak hanya melalui Bidik Misi 2011, Untan bersama lembaga donor menyediakan beasiswa lainnya, seperti World Bank.

Menurut Thamrin, partisipasi Untan sesuai dengan imbauan Kementrian Pendidikan Nasional untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan kasar mencapai 30 persen.

Bentuk lainnya yang dilakukan Untan untuk menampung animo masyarakat mengeyam pendidikan perguruan tinggi yaitu dengan membuka sejumlah prodi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan Kalbar di masa yang akan datang.

Terkait Bidik Misi, ia menegaskan tak ada aspek-aspek subjektivitas dalam penentuan penerima beasiswa. Ia menjamin semua tahapan telah dilakukan semua dengan prosedur dengan objektivitas tinggi, terlebih Comdev and Outreaching langsung membentuk tim untuk melihat langsung di lapangan.

"Saya jamin ini semua berlangsung secara objektif, tidak ada subjektifitas dalam proses penerimaannya," pungkasnya. Bidik Misi 2011 di Untan tersebar di sembilan fakultas dan 38 program studi (prodi).

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.