Mahasiswa, Pensiunan, Siswa Putus Sekolah Ujung Tombak Panen Australia

·Bacaan 4 menit

Setiap musim semi di Australia berarti masa panen raya gandum, dan pada tahun 2021 dibutuhkan ribuan pekerja untuk menuai panen di berbagai tempat di sana.

Beberapa pekerja yang sebelumnya tidak pernah terlibat di bidang pertanian sekarang mengubah gaya hidup mereka dan bekerja di berbagai wilayah pertanian di Australia.

Pasangan asal Melbourne, Phil dan Julie Stokes, mengatakan mereka tidak akan kembali untuk hidup di kota besar lagi setelah merasakan hidup di daerah pedesaan membantu musim panen.

Australia memerlukan ribuan pekerja seperti mereka setiap tahunnya, apalagi sekarang di tengah pandemi saat pekerja dari luar negeri tidak bisa datang.

"Kami berhenti dari pekerjaan kami di Melbourne di tahun 2018, menjual rumah, dan membeli campervan, dengan keraguan apakah keputusan kami sudah benar," kata Julie Stokes.

"Namun, ternyata keputusan tersebut tidak kami sesali sama sekali."

Salah satu perusahaan pengerah tenaga kerja Programmed mengatakan lockdown yang sudah diberlakukan di beberapa negara bagian telah 'mengancam' komoditas gandum Australia yang bernilai miliaran dolar karena 'kesenjangan jumlah pekerja menyusul berkurangnya backpacker atau tenaga dari luar Australia.

"Kami memerlukan sekitar tiga ribu pekerja untuk musim panen sekarang di sekitar 30 lokasi di New South Wales, Victoria, Australia Selatan, dan Queensland," kata manajer eksekutif Programmed, David Hele.

"Normalnya kami memiliki sekitar 150 ribu anak-anak muda para backpacker untuk mengisi pekerjaan seperti ini. Sekarang semuanya tidak ada lagi."

Phil dan Julie Stokes yang pindah dari Inggris sembilan tahun yang lalu mencoba mencari keseimbangan antara bekerja dan melakukan perjalanan selama pandemi hampir dua tahun terakhir.

"Tentu saja pertananian selalu masuk kategori esensial, jadi meski ada pembatasan soal karena COVID, kami masih tetap diizinkan bekerja," kata Julie Stokes.

"Ketika tanaman harus dipanen, ya semuanya harus dilakukan. Panen tidak bisa menunggu di tengah lockdown."

Phil Stokes mengatakan pergerakannya dan pasangannya di Australia seperti pola 'pergerakan ikan paus'.

"Kami bergerak dari selatan ke utara di musim dingin mengikuti pola matahari di musim dingin," katanya.

Dibutuhkan tenaga kerja dari berbagai golongan

Pemerintah di beberapa negara bagian di Australia sudah menawarkan bantuan uang sampai Rp60 juta bagi mereka yang mau bekerja di kawasan regional minimal selama enam pekan.

David Hele mengatakan, mahasiswa, mereka yang putus sekolah atau para pekerja senior yang masih ingin berkelana bisa mengisi lapangan kerja untuk membantu panen tanaman gandum tahun ini.

“Ada sekitar 40 ribu orang yang kita sebut grey nomads (mereka yang sudah pensiun dan sekarang melakukan perjalanan mengelilingi Australia), dan kami ingin bisa mendekati mereka sebagai salah satu sumber tenaga kerja,” katanya.

“Kami mencoba membujuk siapa saja yang mau terlibat, grey nomads atau orang-orang yang sekarang bekerja di kota tapi merasa bosan dan ingin mengubah gaya hidup.”

Hele mengatakan pekerja di sektor pertanian ini bisa mendapatkan upah sekitar Rp20 juta per minggu dengan waktu kerja antara 30 sampai 60 jam.

"Lakukan perjalanan, menikmati petualangan yang berbeda dan juga bisa mendapatkan uang yang cukup dalam waktu bersamaan,” katanya.

"Kami tahu para petani sudah bekerja keras dan sekarang ini hanya ada sedikit celah waktu yang sangat menentukan hasil kerja mereka selama setahun, dan celah itu adalah musim panen.”

Julie Stokes mengatakan selain mendapatkan upah, dia juga mendapat kepuasan pribadi ketika bekerja di sektor pertanian tersebut.

“Pemilik lahan pertanian tempat kami bekerja sangat berterima kasih atas kedatangan kami,” katanya.

“Bila kami bisa melakukan pekerjaan di dua atau tiga tempat panen selama setahun, kami bisa kemudian beristirahat selama beberapa bulan sebelum kemudian mulai berpikir mencari tempat panen berikutnya.”

Belajar sambil bekerja

Phil dan Julie Stokes tidak hanya mencari pekerjaan di ladang gandum.

Sebelumnya mereka membantu panen buah anggur di Yarra Valley di negara bagian Victoria, lalu menghabiskan 10 pekan memetik buah zaitun.

“Saya tidak tahu ada begitu banyak jenis zaitun,” kata Julie Stokes.

“Ternyata menarik sekali, karena kami tidak sekadar bekerja dan tidak memikirkan apa pun, tetapi kami belajar mengenai gandum, anggur dan zaitun.”

Phil Stokes mengatakan mereka ‘tidak memiliki pengalaman sama sekali’ di bidang pertanian sebelum mereka memutuskan berkeliling Australia.

“Pengalaman Julie sebelumnya adalah di bidang pemasaran dan mengurusi kantor dan saya punya latar belakang perdagangan, tetapi hanya ingin merasakan hidup di alam bebas,” katanya.

“Semua pekerjaan ini melatih keterampilan sambil kita bekerja, jadi tidak perlu pengalaman sama sekali, yang penting adalah keinginan untuk bekerja.

“Akan lebih baik lagi kalau Anda suka bekerja di luar ruangan.”

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel