Mahasiswa Pertanian Unsri didorong tingkatkan prestasi internasional

Pimpinan dan dosen Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan, mendorong mahasiswanya meningkatkan prestasi internasional yang telah dicapai pada 2022 ini.

Prestasi internasional yang dicapai mahasiswa angkatan 2019 di World Young Inventors Exhibition Malaysia pada 24-29 Mei 2022 diharapkan pada tahun-tahun berikutnya meningkat dan bisa diikuti mahasiswa lainnya, kata Ketua Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Program Studi Proteksi Tanaman Prof. Siti Herlinda, di Palembang, Jumat.

Selain prestasi internasional, dia juga mendorong mahasiswa untuk meningkatkan prestasi tingkat nasional yang diraih beberapa mahasiswa tahun ini.

Prestasi tingkat nasional antara lain juara nasional peringkat ke-1 fotografi 2022 di Universitas Brawijaya atas nama Ego Alfian.

Baca juga: Dosen Pertanian Unsri ajak warga budidaya sayuran sistem terapung

Baca juga: Mahasiswa Universitas Kagoshima Jepang kunjungi "urban farming" Unsri

Penerima medali emas pada ajang 'World Science Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2022' Universitas Indonesia, atas nama Irfan Mohandis Haraki dan kawan-kawan.

Dia menjelaskan, pada Desember 2022, mahasiswa angkatan 2019 memecahkan rekor dengan peserta yudisium terbanyak dan tercepat di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

Peserta yudisium angkatan 2019 berjumlah 72 orang dengan masa studi 3,5 tahun dan nilai rata-rata IPK 3,51 dengan rincian dari Prodi Proteksi Tanaman 62 orang dan Prodi Agroekoteknologi Peminatan Proteksi Tanaman 10 orang.

Rata-rata lulusan tamat dengan masa studi yang sangat cepat setiap tahunnya meningkat dari setiap angkatan.

Berdasarkan data angkatan 2016 dengan masa studi 4,1 tahun dengan rata-rata IPK 3,32, angkatan 2017 dengan masa studi 3,7 tahun dengan rata-rata IPK 3,41, dan
angkatan 2018 dengan masa studi 3,6 bulan dengan rata-rata IPK 3,5.

Sementara prestasi alumni Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Unsri, antara lain ada yang telah menjadi dosen PNS di Universitas Padjajaran, menjadi doktor alumni Hokaido University, bekerja di perusahaan perkebunan sawit, dan sebagian besar menjadi PNS di kabupaten/kota di berbagai provinsi di Tanah Air, ujar Prof.Herlinda.*

Baca juga: Pertanian Unsri ajak bersinergi selesaikan masalah lahan basah