Mahasiswa Siap Lengserkan Wali Kota

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA-- Gelombang aksi unjuk rasa mewarnai prosesi pelantikan pasangan Budi Budiman-Dede Sudrajat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, periode 2012-2017 di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jalan RE Martadinata, Rabu (14/11).

Massa pertama datang dari mahasiswa BEM Universitas Siliwangi (Unsil). Disusul kemudian mahasiswa MII dan beberapa saat kemudian datang pengunjuk rasa dari HMI. Ketiga organisasi kemahasiswaan ini melakukan aksinya dengan tuntutan masing-masing.

Aparat kepolisian yang mencoba mengadang para pengunjuk rasa, sempat kerepotan karena beberapa kali terjadi aksi saling dorong dengan mahasiswa PMII. Bahkan lemparan bekas minuman mineral pun tak terhindarkan. Namun kericuhan tidak sampai terjadi.

Mahasiswa dari PMII dan HMI sama-sama menuntut janji politik yang diumbar pasangan Budi-Dede sewaktu masa kampanye pilkada.

"Seperti kita ketahui Kota Tasikmalaya menjadi daerah termiskin di Jabar. Tingkat pengangguran naik sejak tahun 2008. Data itu bukan asal-asalan tapi didapat dari kantor BPS," teriak Eka Yudiana, Koordinator Lapangan dari HMI. Seorang mahasiswi HMI menyoroti masih maraknya praktik prostitusi di Kota Tasikmalaya.

HMI dan PMII akan memonitor kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru selama 100 hari ke depan. Kalau ternyata kinerjanya buruk, mereka siap melengserkannya.

"Kami beri waktu 100 hari. Jika ternyata tidak bisa memenuhi harapan rakyat, kita turunkan mereka," kata mahasiswa lainnya yang melakukan orasi.

Sementara BEM Unsil menuntut Budi agar segera menuntaskan proses penegerian Unsil yang saat ini terkendala lahan seluas 30 hektare sebagai salah satu syarat penegerian.

"Kami sudah lelah memperjuangkan proses penegerian. Karenanya melalui Wali Kota yang baru yang juga alumni Unsil, kami menuntut adanya penyelesaian sesegera mungkin," kata Ruki, salah seorang mahasiswa.

Seusai pelantikan, pasangan Budi-Dede menemui para pengunjuk rasa, dan mereka duduk bersama di aspal hotmix Jalan RE Martadinata. Kepada para mahasiswa Budi berjanji akan berusaha sekuat kemampuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Mengenai proses penegerian Unsil, kami pun siap melanjutkan yang telah dilakukan agar segera terwujud, termasuk penyediaan lahan akan segera dipikirkan," janji Budi.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, yang melantik Budi, dalam sambutannya juga menyatakan akan mempercepat proses penegerian Unsil. Setelah itu mahasiswa membubarkan diri.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.