Mahasiswa UB dan UGM ciptakan ekosistem gambut berbasis energi hijau

Pemerintah provinsi (Pemprov) Jambi menyambut baik program mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam rangka melindungi ekosistem gambut yang berbasis hemat energi dan ramah lingkungan (green energy).

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani di Jambi, Kamis, mengatakan pemerintah provinsi berharap mahasiswa UB dan UGM dapat menjalankan program pengabdian masyarakat pada Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) di Provinsi Jambi lebih maksimal dan menghasilkan ekosistem gambut berbasis green energy.

Pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik program kegiatan yang diinisiasi atas kerja sama BRGM bersama UB dan UGM dalam rangka mendukung perlindungan ekosistem gambut berbasis green economy. Pemerintah mengharapkan pendampingan dan pelatihan kepada kelompok masyarakat di wilayah Provinsi Jambi.

Baca juga: Pemprov Jambi serius tangani pelestarian ekosistem gambut

Melalui program tersebut, pendekatan kultural akan membuka wawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakat di kawasan lahan gambut tentang bagaimana meningkatkan perekonomian agar lebih maju dan lebih baik melalui inovasi pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah dan ramah lingkungan.

Pemprov Jambi juga berkomitmen dan serius dalam melestarikan ekosistem lahan gambut yang ada di wilayah provinsi itu melalui pembentukan Tim Restorasi Gambut Daerah dengan Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 148/Kep-KDK/DISHUT-TP/VII.

Melalui surat keputusan ini, perangkat daerah diminta untuk meningkatkan peran dan fungsi lebih aktif dalam kegiatan pelaksanaan restorasi gambut di Provinsi Jambi.

Abdullah Sani mengungkapkan Indonesia memiliki lebih kurang 865 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dengan luas lahan sekitar 24,6 juta hektare, dan salah satunya berada di Provinsi Jambi, yakni seluas 617.562 hektare yang tersebar di Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan Kabupaten Sarolangun.

Kegiatan restorasi telah diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi, yakni kegiatan pembasahan gambut (peatland rewetting) untuk memulihkan lahan gambut yang kering, revegetasi, pengadaan benih pohon endemis untuk proses revegetasi lahan gambut terdegradasi serta revitalisasi dengan tanaman atau kegiatan bisnis yang ramah lingkungan terhadap lahan gambut guna mengangkat perekonomian masyarakat.

Baca juga: BRG : restorasi gambut di Jambi mencapai 77.528 hektare

Baca juga: Optimalkan lahan gambut, BPTP Jambi ikuti workshop restorasi

"Restorasi gambut ini harus melibatkan semua pihak, kolaborasi dan partisipasi pemerintah pusat dan daerah hingga pemerintahan desa, pemangku kepentingan, kelompok masyarakat, hingga institusi pendidikan," kata Sani.

Program restorasi gambut tidak hanya sekedar pembangunan fisik. Dengan pendekatan khusus dari mahasiswa sebagai agen perubahan dan kerja sama dengan perguruan tinggi sebagai implementasi dharma penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maka percepatan proses pemulihan lahan gambut mulai dari tapaknya, dengan partisipasi dari pemerintah desa dan masyarakat sebagai subjek yang berperan dalam upaya melindungi ekosistem gambut di wilayah masing-masing.

Selain ekonomi masyarakat yang meningkat, melalui revitalisasi lahan gambut, kelestarian lingkungan gambut dan mangrove yang memiliki pengaruh dalam menurunkan emisi karbon, juga menjadi tujuan bersama dalam rangka pengendalian perubahan iklim.