Mahasiswa UMM jalankan KKN secara Daring Edukasi Siswa SMA

Syahdan Nurdin, novistarahmi05-566
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 sudah lebih dari 7 bulan melanda Indonesia. Hampir seluruh negara di dunia mengalami pandemi ini. Indonesia pun termasuk salah satu negara yang memiliki active case yang tinggi.

Dengan demikian, hampir sebagian besar kegiatan sehari hari dilakukan dari rumah secara daring (online). Dengan demikian,membuat UMM mengambil langkah dengan mengubah metode KKN yang biasa dilakukan secara offline (langsung) menjadi KKN secara online (daring).

Maka dari itu, kelompok PMM 95 Gelombang 3 yang terdiri dari 4 orang mahasiswa kedokteran mengambil tema “Pengembangan soft skill pada Siswa SMA/MA”.

Kegiatan edukasi yang dilakukan sacara daring pada hari Sabtu - Minggu (29-30/8) ini diikuti oleh kelas X, XI, dan XII yang berasal dari berbagai sekolah dari berbagai provinsi.

Di antara sekolah-sekolah yang mengikuti penyuluhan ini adalah MAN 1 Jembrana, SMA AL BANNA (Bali), SMK Bintang Persada, SMAN Bernas Binsus (Riau), MAN 1 Jember, SMAN 1 Gondangwetan, SMAN 1 Pasuruan, MAN 1 Malang, MA AL AMIN Tabanan, SMAN 01 Seponti, dan MAIT BIC Pasuruan.

Narasumber untuk edukasi ini hadir dari mahasiswa Fakultas Kedokteran UMM tingkat akhir yakni Dyah Ulhaq Surya Athori, Eva Zerlina, dan Umi Latifah. Sedangkan untuk moderator untuk acara ini adalah Novista Rahmi, mahasiswa yang sangat berpengalaman meng-handle acara dari Fakultas Kedokteran UMM.

Penyuluhan Covid-19 serta pelatihan softskill ini sengaja ditujukan untuk siswa tingkat SMA/MA karena beberapa pertimbangan.

“Edukasi mengenai Covid-19 serta pelatihan softskill ini kami tujukan untuk siswa tingkat SMA/MA karena kami harap mereka dapat lebih mengerti lagi dengan protokol kesehatan serta mampu melakukan edukasi kembali informasi yang kami berikan melalui lingkungan terkecilnya, yaitu keluarga,” ujar Dyah Ulhaq selaku koordinator kelompok PMM 95 UMM.

Selain itu, dia juga menyadari bahwa siswa ditingkat SMA/MA sangat membutuhkan pelatihan softskill berupa teknik manajemen waktu dan berjejaring sosial, teknik membuat serta melakukan presentasi dengan baik mengingat siswa SMA/MA sudah akan memasuki dunia perkuliahan.

Walaupun dilakukan secara online, acara KKN ini tetap mendapatkan antusias yang tinggi dari para peserta. Terlihat dari aktifnya para peserta yang saling lempar tanya jawab dengan narasumber.

Kegiatan KKN pun dapat dijalankan secara lancar walaupun sempat terkendala oleh jeleknya jaringan di bebarapa daerah. Maka dari itu, diharapkan kepada pemerintah agar memperbaiki koneksi internet hingga sampai pada daerah-daerah di seluruh Indonesia sehingga proses belajar bisa lebih mudah.