Mahasiswa UMM Pacu Digitalisasi Republik Gubuk

·Bacaan 3 menit

VIVADigitalisasi dirasa perlu di era yang mengharuskan tiap personalnya berkembang, apalagi di era 4.0 ini yang mana dunia semakin meng-global dan perkembangan teknologinya semakin masif.

Hal tersebut lantas mengusik beberapa Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam (PMM) Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Gelombang 4, Kelompok 65 melakukan beberapa rombakan digital pada Republik Gubuk.

Digitalisasi yang dilakukan meliputi marketing digital, branding dan fotografi dengan tenggang waktu 4 minggu yang diharapkan bisa semaksimal mungkin berbagi ilmu di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan dimulai pada hari Minggu (11/4).

Program ini diluncurkan bertujuan untuk semakin mengakrabkan penggunaan teknologi kepada Republik Gubuk sekaligus tindakan untuk meningkatkan produktivitas, publikasi konten dan nilai tambah produk sehingga pada akhirnya turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabung.

Menyoal Republik Gubuk yang notabene merupakan gerakan literasi yang sudah berdiri selama 7 tahun ini menaungi 35 gubuk baca dimana basis pendanaannya berasal dari swadaya masyarakat dan beberapa dari yayasan/pihak terkait alias Gusti Allah Forever (GAF) mengapa demikian karena modal nekat dari beberapa tokoh pendiri yang kekeh "kita bisa maju lo kalo mau jalan bareng" hal tersebut yang masih membuat kami tertegun dan heran ternyata ada ya sekelompok pemuda yang masih peduli lingkunganya walaupun mungkin tiap personalnya punya keterbatasan sendiri.


Dengan motif tersebut kami berlima Fandy Pratama, Dhibja Purwahananta, Farisan Hamda, Rheinaldy Thalia H.W dan Alim Abdurrochim didampingi Dosen Pembimbing Putri Saraswati, S.psi., M.pi. memberanikan diri andil dalam pergerakan mereka (Republik Gubuk).

Selaku koordinator PMM, Fandy Pratama mengatakan, peluncuran, pelatihan digitalisasi adalah sesuatu yang harus dilakukan sebagai bentuk transformasi branding digital.

"Transformasi dengan memanfaatkan teknologi itu adalah sebuah keharusan. Terutama di era ini dunia semakin modern dan teknologi membuat kita bisa bekerja lebih efisien.

Ditunjang dengan potensi yang besar dari Republik Gubuk, yang disinyalir perlu untuk mengerti digital marketing karena selama ini masih kurang memperhatikan digital marketing untuk pasar modern.

Apalagi Republik Gubuk mampu merubah suatu ekosistem yang tadinya mandek dan tidak kreatif, hingga mampu menciptakan produk-produk menarik dengan mengangkat budaya lokal Kecamatan Jabung. Namun, mereka kurang dalam strategi dan digitalisasi marketing, seperti menjual produk-produknya ke media sosial dengan branding yang seadanya. Sehingga, kurang maksimal dalam penjualannya."

Program edukasi ini disambut cukup antusias oleh anggota Republik Gubuk, mulai dari pendekatan fotografi hingga desain grafis. Pendekatan fotografi diawali dengan pengenalan alat seperti cara penggunaan kamera untuk pemula, hingga berbagai materi dasar fotografi seperti rule of third, composition, exposure dan angle. Lalu dilanjutkan dengan praktek singkat foto catalog produk-produk karya Republik Gubuk.

Pelatihan dan praktik foto produk Foto: Humas PMM Republik Gubuk
Pelatihan dan praktik foto produk Foto: Humas PMM Republik Gubuk

Pelatihan dan praktik foto produk Foto: Humas PMM Republik Gubuk

Setelah program pertama dirasa sukses berikut pendekatan desain grafis. Pendekatan ini tujuannya agar anggota Republik Gubuk tidak hanya mengambil gambar yang bagus, namun juga bisa mengolah visual tersebut agar lebih menjual ke pasar digital. Diawali dengan penyampaian materi dasar pengaplikasian software pengolah grafis seperti adobe photoshop, dan corel draw meliputi tools-tools dasar dan tips-tips editing.

Edukasi dan branding digital bersama pengasuh Foto: Humas PMM Republik Gubuk
Edukasi dan branding digital bersama pengasuh Foto: Humas PMM Republik Gubuk

Edukasi dan branding digital bersama pengasuh Foto: Humas PMM Republik Gubuk

Wondo selaku Humas dari Republik Gubuk mengungkapkan, kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk menunjang penjualan yang memang kurang maksimal. Karena memang Republik Gubuk tidak memiliki kesempatan untuk belajar lebih dalam tentang dunia digital seperti fotografi, editing, juga branding.


“Kita dari dulu memang kurang mengerti tentang fotografi apalagi editing. Ketika melakukan foto produk juga seadanya dengan HP, dan tanpa melakukan editing. Editing pun hanya kita gunakan untuk keperluan desain-desain yang simple dan mudah. Selama ini cuma memperhatikan penjualan jadi hanya foto, tempel logo, posting”.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel