Mahasiswa Unja bangun kesadaraan hidup sehat Suku Anak Dalam

Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi (Unja) membangun kesadaran hidup bersih dan sehat warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

"Sebagai wujud nyata kepedulian membangun negeri dan bukti keterlibatan kampus, Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unja mengadakan pengabdian masyarakat selama tujuh hari dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional," kata Dekan FKIK Unja Dr. Humaryanto, di Jambi, Jumat.

Dia menjelaskan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya memberdayakan kesehatan masyarakat komunitas adat terpencil untuk mencapai perilaku hidup bersih dan sehat sesuai dengan visi fakultas yaitu menjadikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang inovatif, berdaya saing global, dan berwawasan enterpreneurship dengan keunggulan kesehatan komunitas dan lingkungan yang diimplementasikan melalui salah satu misinya menyelenggarakan pengabdian inovatif kepada masyarakat bersama mitra strategis untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan.

Baca juga: Tim Unja dan masyarakat adat Kedepatian Semerap bukukan "syair seroat"

"Dalam banyak kesempatan selalu kami ingatkan agar civitas akademika FKIK mengembangkan kerja sama secara optimal membangun kehidupan sehat di lingkungan kampus maupun di masyarakat," katanya.

Pembimbing Organisasi Kemahasiswaan Gerakan Merangkul Mimpi dan Cita Suku Anak Dalam (Gempita SAD) sekaligus Sekretaris Prodi Kesmas Dr Asparian mengatakan ada beberapa kelompok komunitas yang menjadi sasaran kegiatan yaitu Kelompok Temanggung Nggrip di Bukit Suban dan Kelompok Temanggung Nangkus di Pematang Kabau .

Adapun total kepala keluarga sasaran pemberdayaan bidang kesehatan ini berjumlah lebih dari 80 kepala keluarga.

Baca juga: Unja bantu RSUD Raden Mattaher dalam pelayanan tanggap darurat

"Metode kegiatan pada pengabdian tersebut ada lima poin yaitu literasi perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah, pendampingan kebersihan dan sanitasi lingkungan metode 3R, literasi kesehatan melalui kegiatan membaca, mewarnai dan menggambar kesehatan diri, kebersihan mulut dan gigi dan pendampingan penanaman taman gizi keluarga B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), serta evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif menggunakan kuesioner pre-test dan post-test.

Sementara itu, Kepala Sekolah Alam Putri Tijah Erna Yulianti mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk sekolah mereka.

“Kegiatan ini berkaitan langsung pada perubahan pengetahuan, sikap dan praktik siswa dalam perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Baca juga: FKIK Unja kembangkan sabun kesehatan sebagai proyek kewirausahaan

Pada kesempatan itu juga dilakukan serah terima bantuan berupa pengeras suara, peralatan untuk kebersihan diri agar proses pembelajaran anak Suku Anak Dalam berjalan secara optimal, serta bibit tanaman hortikultura yang disemai secara bersama.