Mahasiswa Unpad Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bandung

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang mahasiswa Unpad ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya. Terdapat sejumlah luka yang diduga diakibatkan benda tajam

Diketahui, mahasiswa tersebut berinisial CAM (23). Ia tergeletak di rumahnya, di Kompleks Gading Tutuka Residence, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan.

"Iya, betul. Pelaku sedang dalam penyelidikan ya. Identitasnya sudah kami dapatkan. Insya Allah kita sedang melakukan pengejaran ke pelaku," ucap Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo, Jumat (11/11).

Terpisah, Wakasatreskrim Polresta Bandung AKP Joko Prihatin menjelaskan bahwa pihak kepolisian mendapat laporan sekira pukul 09.00 WIB. Dari penuturan saksi yang juga tetangga korban, terlihat pria yang melarikan diri mengenakan jaket ojek online.

"Tetangga awalnya mendengar ada keributan dan teriakan minta tolong. Lalu, didatangi, kemudian diduga pelaku keluar dari rumah terus kabur," ucap dia.

"Pria misterius (yang diduga sebagai pelaku) itu keluar dari rumah korban sembari berlari selanjutnya mengendarai sepeda motor warna putih dan mengenakan jaket Gojek," ia melanjutkan.

Saat saksi mengecek ke dalam rumah, ditemukan korban sudah bersimbah darah tak sadarkan diri di ruang tamu. Upaya penyelamatan sudah sempat dilakukan dengan membawanya ke rumah sakit, namun nyawa korban sudah melayang.

"Pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia selanjutnya korban akan dibawa menuju RS Sartika Asih Bandung untuk dilakukan autopsi," ujar dia.

Joko belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai berapa luka tusukan hingga motif dari kasus tersebut. Sejauh ini, berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ditemukan barang berharga yang hilang.

Status korban sebagai mahasiswa Unpad sudah dikonfirmasi oleh Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi. Pihak kampus mengaku siap memberikan bantuan atau pendampingan hukum bagi keluarga korban.

"Pihak Unpad sudah memverifikasi, korban adalah mahasiswa angkatan 2018. Unpad akan memberikan pendampingan. Sejauh ini belum ada permohonan dari pihak keluarga," ucap dia. [ray]