Mahasiswa Untag Surabaya Ini Kecewa Hanya Sumbang Perunggu di PON Papua

·Bacaan 2 menit
Banner PON XX Papua 2021 (Triyasni)

Liputan6.com, Surabaya Aulia Nurdini, atlet Tarung Derajat Kelas 58,1 Kg - 62 Kg putri yang juga Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyumbangkan medali perunggu dalam PON XX Papua.

"Alhamdulillah saya bersyukur atas perolehan medali ini," kata mahasiswa jurusan Psikologi Untag Surabaya tersebut melalui keterangannya, dilansir dari Antara, Kamis, 13 Oktober 2021.

Meski menyumbangkan medali bagi Jatim, Aulia mengaku cukup kecewa atas perolehan prestasinya kali ini. "Cukup sedih karena hanya berhasil meraih perunggu tapi Alhamdulillah tetap bersyukur," katanya.

Dia mengungkapkan persiapan untuk PON XX Papua dilakukan kurang lebih hampir dua tahun yakni sejak 2019, karena adanya pandemi yang membuat PON akhirnya diundur 2021. Selain itu adanya pandemi juga membuat rutinitas latihannya cukup berubah.

"Saat karantina kemarin kita hanya latihan dengan teman-teman kontingen Jatim, tidak bisa berlatih dengan yang lain seperti biasanya. Jadi persiapannya kurang maksimal," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Medali Emas

Putri sulung dari tiga bersaudara ini mengaku sudah menekuni olahraga Tarung Derajat sejak masih kecil. Hal ini tidak terlepas dari dukungan keluarga, terutama ayahnya yang merupakan pelatih Tarung Derajat di Bandung.

"Memang dapat dukungan dari orang tua untuk menekuni Tarung Drajat sejak umur 5 tahun," ucapnya.

Pada tahun 2015, Aulia resmi menjadi atlet KONI Jatim. Pada tahun-tahun tersebut, ia berhasil menorehkan deretan prestasi sebagai seorang atlet. Misalnya di tahun 2015, Aulia memperoleh medali emas di Pra PON XIX, medali perak saat PON di Jawa Barat tahun 2016 serta medali emas di POMNAS Makassar pada tahun 2017.

Aulia juga meraih medali perunggu dalam Kejurnas PSH Cup Surabaya dan medali perak pada Pra PON 2019.

Aulia mengaku keikutsertaannya dalam ajang bergengsi PON XX Papua ini menjadi pengalaman berharga baginya. Ke depan ia berharap mampu ikut serta dalam ajang PON XXI yang akan terselenggara di Aceh.

"Karena ini kemungkinan kesempatan terakhir mengikuti kompetisi sebagai atlet, semoga bisa mendapat hasil terbaik dengan perolehan medali emas," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel