Mahasiswi yang Payudaranya Bengkak usai Divaksin Belum Dipastikan KIPI

·Bacaan 1 menit

VIVAPayudara AA, seorang mahasiswi di Pariaman, Sumatera Barat, bengkak setelah gadis itu disuntik vaksin COVID-19 buatan Sinovac di Puskesmas Padusunan.

Meski nyerinya sudah mereda dan telah mendapatkan perawatan medis, petugas kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui pembengkakan itu akibat Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) atau bukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nafizah menjelaskan, mahasiswi AA divaksin pada Sabtu pekan lalu, dan dua jam setelahnya payudara kanannya bengkak.

“Sudah ditangani petugas. Tapi belum bisa dipastikan sakit yang dialami itu akibat vaksin atau apa, masih menunggu hasil pemeriksaan. Hasilnya baru keluar Senin depan,” kata Nafizah di Pariaman, Kamis, 26 Agustus 2021.

Marleni, ibunda AA, mengaku menemani putrinya saat divaksin. Usai disuntik vaksin itu, putrinya merasakan nyeri pada bagian payudara, lalu terjadi pembengkakan. Dia dan keluarga segera melaporkan kejadian itu kepada puskesmas.

Marleni menjelaskan, putrinya mengikuti program vaksinasi lantaran akan mengikuti perkuliahan secara tatap muka. Kampusnya mengimbau, sebelum proses perkuliahan tatap muka berlangsung, seluruh mahasiswa dianjurkan untuk divaksin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel