Mahfud Kaget hingga Polisi Penabrak Ibu-ibu Belum Tersangka

Siti Ruqoyah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kasus lahan pondok Pesantren Markaz Syariah Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, milik Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab berbuntut panjang. Awal mula masalah ini mencuat dengan beredarnya surat dari PTPN yang minta pondok pesantren itu dikosongkan dalam waktu dekat.

Habib Rizieq berkomentar. Dia menjelaskan duduk masalah hingga adanya isu mau meratakan pondok pesantren nya. FPI selaku kuasa hukum HRS menjelaskan, pemerintah bisa mengambil lahan tersebut kembali namun dengan syarat.

Tak hanya FPI, pemerintah melalui Menkopolhukam Mahfud MD ikut mengomentari soal penguasaan ratusan ribu hektar lahan pemerintah oleh orang tak dikenal. Mahfud tidak secara eksplisit menjurus soal lahan pondok pesantren, namun dia menjelaskan bahayanya jika lahan milik negara dikuasai oleh orang lain.

Tak hanya dua isu tersebut, ada beberapa berita lainnya yang menjadi pehatian pembaca VIVA sepanjang Sabtu 26 Desember 22. di antaranya:

1. Mahfud MD Kaget Ratusan Ribu Hektar Lahan Dikuasai Pihak Tertentu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, mengutarakan kekagetannya saat mendapatkan data penguasaan ratusan ribu hektar tanah Negara melalui hak guna usaha (HGU).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu kaget, karena yang menguasi lahan yang begitu besar tersebut adalah kelompok pengusaha tertentu. Baca selengkapnya di sini

2. FPI Siap Lepas Lahan Markaz Syariah, Ini Syaratnya

Front Pembela Islam (FPI) masih jadi perhatian publik lantaran berpolemik dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Persoalannya karena lahan untuk membangun Pondok Pesantren Markaz Syariah di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Wakil Sekretaris Umum DPP FPI, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya siap melepas lahan Ponpes Markaz Syariah di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Hal ini sebagai somasi yang dilayangkan PTPN VIII. Baca selengkapnya di sini

3. Viral Ibunda Mendiang Laskar FPI Dikasih Kaus KM 50 Rest in Kill Area

Viral video seorang pengusaha menghibur ibu mendiang Andi Oktaviawan, salah satu anggota Laskar FPI yang tewas ditembak polisi di Kilometer 50 Tol Jakarta-Cipali pada Senin, 7 Desember 2020.

Seorang pengusaha yang aktif bermedia sosial itu akunnya bernama Irvan Gani. Ia mengunggah video dan foto-foto kunjungannya ke rumah enam orang anggota Laskar FPI yang tewas ditembak polisi saat mengawal Habib Rizieq Shihab.

Enam orang Laskar FPI yang meninggal dunia, antara lain Andi Oktaviawan (33 tahun), Lutfi Hakim (24 tahun), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Selanjutnya, Faiz Ahmad Syukur (22 tahun), M Reza (20 tahun), Muhammad Suci Khadafi Poetra (21 tahun) dan Akhmad Sofian (26 tahun). Baca selengkapnya di sini

4. Polisi Penabrak Ibu Muda sampai Tewas Belum Jadi Tersangka

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan seorang anggota Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya inisial IC belum ditetapkan tersangka setelah menabrak ibu muda hingga tewas di Jalan Raya Ragunan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

IC masih berstatus sebagai saksi, kata Sambodo di Jakarta pada Sabtu, 26 Desember 2020.

Polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ketiga kali dengan melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA). Kamera CCTV di sekitar lokasi juga sudah diamankan. Baca selengkapnya di sini

5. Kota Medan Terendam Banjir saat Natal

Hujan deras melanda Kota Medan, Sumatera Utara, sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 26 Desember 2020, sehingga sejumlah kecamatan di sana terendam banjir setinggi hingga 1,5 meter.

Banjir kembali terjadi di Perumahan De Flamboyan yang berada Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Banjir juga disebabkan air sungai Belawan meluap dan tim SAR melakukan evakuasi terhadap warga rumah terendam banjir. Hujan deras itu kembali menyebabkan Sungai Belawan di dekat perumahan De Flamboyan kembali meluap.

"Tim Rescuer kantor SAR Medan langsung meluncur ke lokasi setelah mendapat laporan terkait banjir yang melanda perumahan tersebut," kata Kepala Bagian Humas Kantor SAR Medan, Sariman Sitorus, kepada wartawan, Sabtu siang 26 Desember 2020. Baca selengkapnya di sini (ren)