Mahfud: Kanselir Jerman Kaget Perkembangan Peranan MK

Jakarta (ANTARA) - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel mengaku kaget dengan peranan MK dalam perkembangan konstitusi di Indonesia.

"Peran MK di Indonesia, dia agak kaget, karena dari tahun 1945 hingga 2003 tidak ada satupun UU yang dibatalkan. Setelah MK berdiri .baru menguji 460 kali UU, yang dibatalkan 138 kali atau sekitar 27 persen. Jerman sendiri ngak seprogresif itu," kata Mahfud, usai menerima kunjungan Kanselir Jerman di Jakarta, Selasa.

Mahfud mengungkapkan bahwa dalam pertemuan MK dan Kanselir beserta 11 delegasinya telah membicarakan masalah perkembangan hukum dan konstitusi.

"Selain itu juga berbicara masalah kebebasan beragama. "Setiap orang bebas dan tidak boleh mndapat tekanan apapun. Mahfud juga mengungkapkan bahwa Angela Merkel juga sempat menawarkan kerjasama dengan MK Jerman.

Ada pertanyaan Merkel, apakah ada yang ingin ditanyakan kepada MK Jerman.

Mahfud mengatakan bahwa selama ini acuan MKRI adalah MK Jerman dan sering melakukan kerjasama, yaitu saling mengunjungi, yakni hakim konstitusi Jerman suka ke sini dan sebaliknya.

"Saya bilang ke Merkel Saya bilang untuk dilanjutkan dalam kerjasama resmi, yakni ada program yang resmi," katanya.

Dalam kunjungannya ke MK berjalan sekitar satu jam ini, Angela Merkel didampingi 10 delegasi, diantaranya lima orang merupakan perwakilan parlemen Jerman.

Dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Indonesia pada 10-11 Juli 2012 ini, Kanselir Jerman memiliki agenda selama di Indonesia adalah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengunjungi Mahkamah Konstitusi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Masjid Istiqlal, Gereja Immanuel, dan Taman Makam Pahlawan Kalibata.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.