Mahfud MD Bantah Pernah Kontak Saudi Soal Cekal Habib Rizieq

Dusep Malik, Reza Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD angkat suara mengenai rencana kepulangan imam besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab atau Habib Rizieq ke Indonesia.

Dalam tayangan CokroTV di YouTube baru-baru ini, Mahfud mengungkapkan Habib Rizieq memang terancam dideportasi pemerintah Arab Saudi karena masalah imigrasi. Masalah yang dimaksud adalah overstay.

"Dugaan pidananya itu dianggap ndak ada lagi, tapi Anda di sini overstay sejak dulu. Oleh sebab itu akan dideportasi karena melakukan pelanggaran keimigrasian," kata Mahfud dikutip Kamis, 5 November 2020.

Oleh karena itu, Mahfud membantah pemerintah Indonesia pernah meminta Arab Saudi agar menghalangi kepulangan Habib Rizieq ke Tanah Air. Mahfud juga mengaku tidak pernah melakukan itu. "Selama saya menjadi menteri, ndak pernah melakukan hal-hal yang seperti itu," ujar Mahfud.

Mahfud juga mengaku sudah bertanya kepada Badan Intelijen Negara (BIN), polisi dan juga Menteri Luar Negeri. Menurutnya, memang tak ada komunikasi seperti itu kepada Arab Saudi.

"Ndak ada tuh yang seperti itu," kata mantan hakim Mahkamah Konstitusi ini.

Seperti diketahui, Habib Rizieq mengumumkan rencana kepulangannya ke Indonesia pada pekan depan. Habib Rizieq akan bertolak dari Mekkah, Arab Saudi pada Senin 9 November 2020 dan diperkirakan sampai di Indonesia pada Selasa, 10 November 2020.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Habib Rizieq pada Rabu pagi 4 November 2020 melalui siaran langsung di akun Front TV.

"Insya Allah saya dan keluarga, Insya Allah hari Senin tanggal 9 November 2020 jam 19.30 waktu saudi akan terbang dari bandara kota Jeddah dengan pesawat Saudiah," kata Habib Rizieq, Rabu, 4 November 2020.

Rizieq mengatakan, segala macam berkas yang dibutuhkan juga telah siap. Seperti paspor untuk dirinya dan keluarga. Selain itu tiket untuk dirinya dan keluarga juga sudah siap.

"Insya Allah kami akan tiba di bandara Cengkareng hari Selasa jam 9 pagi waktu Jakarta di terminal 3 Bandara Cengkareng Insya Allah," ujarnya.