Mahfud Md: Catatan Kesehatan Pasien Bisa Dibuka dengan Alasan

·Bacaan 1 menit
Menko Polhukam Mahfud MD

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menyebut, catatan kesehatan atau medical record pasien dapat dibuka dengan alasan tertentu. Salah satunya, dalam keadaan wabah penyakit menular.

Dia mengakui bahwa berdasarkan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, memang ada ketentuan pasien berhak tidak membuka atau meminta agar medical record-nya tidak dibuka. Namun, kata dia, terdapat dalil lex specialis derogat legi generali.

Berdasarkan itu, jika ada hukum khusus, ketentuan umum itu tidak harus diberlakukan. Selain itu, ada juga aturan yang menyatakan bahwa rekam medis pasien dapat dibuka dengan alasan tertentu.

"Ada ketentuan khusus bahwa dalam keadaan tertentu, menurut UU 29 tahun 2004 tentang Praktik Kesehatan dan menurut UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, maka medical record bisa dibuka dengan alasan-alasan tertentu," jelas Mahfud dalam konferensi pers, Minggu (29/11/2020).

Bahkan, kata dia, pihak-pihak yang menghalagi petugas melakukan tugas pemerintah, dapat dikenakan sanksi berdasarkan UU Pasal 212 dan 216. Untuk itu, Mahfud meminta Pemimpin FPI Rizieq Shihab kooperatif menjalani tes swab Covid-19 dan penuluran kontak.

"Dimohonkan kepada saudara Rizieq Shihab untuk kooperatif dalam rangka penegakan hukum. Kalau merasa diri sehat, tentu tidak keberatan untuk memenuhi panggilan aparat hukum, memberikan keterangan yang diperlukan demi keselematan bersama," kata Mahfud.

Pentingnya Penulusuran

Dia menekankan pentingnya penulusuran kontak untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. Terlebih, di kerumunan banyak masyarakat yang berkumpul.

"Karena seumpama merasa diri sehat tidak menulari orang lain, bisa saja karena beliau tokoh yang selalu menjadi kerumunan, bisa saja beliau terancam ditulari orang lain karena kontak erat dengan orang banyak," ujar Mahfud.

Saksikan video pilihan di bawah ini: