Mahfud Md. dan Sri Mulyani Tokoh Alternatif di 2014

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia merilis sejumlah nama tokoh alternatif yang difavoritkan sebagai calon presiden pada 2014. Dari lima besar tokoh alternatif versi LSI, empat di antaranya bukan merupakan figur partai politik.

"Pemilih berhak tahu kualitas tokoh yang akan maju sebagai calon presiden," kata Direktur Eksekutif LSI, Kuskridho Ambardi, di Jakarta, Rabu, 28 November 2012. Lima besar tokoh alternatif versi LSI dari urutan pertama adalah Mahfud Md., Dahlan Iskan, Sri Mulyani Indrawati, Hidayat Nur Wahid, dan Agus Martowardodjo.

Dia menjelaskan, ada lima indikator kualitas personal yang dinilai dari masing-masing nama yang disurvei. Pertama, dinilai bisa dipercaya dalam kata dan perbuatan. Kedua, tidak pernah melakukan atau diopinikan KKN. Ketiga, tidak pernah melakukan atau diopinikan melakukan tindak kriminal. Keempat, diyakini mampu memimpin negara dan pemerintahan. Kelima, dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan yang berbeda-beda.

Selain kelima nama ini, ada sembilan tokoh lain yang digadang-gadang bisa menjadi alternatif calon presiden. Di posisi keenam adalah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto.

Selain itu, ada Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, pengusaha Chairul Tanjung, mantan Panglima TNI Endriarto Sutarto, Bos Media Grup Surya Paloh, Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhi Wibowo, Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani, dan Ibu Negara Kristiani Herawati Yudhoyono.

LSI memilih nama-nama ini dengan mensurvei sejumlah tokoh yang biasa menjadi narasumber media massa. Responden survei ini adalah pemimpin media massa, pengusaha nasional, dan purnawirawan dengan pangkat minimal letnan jenderal.

Narasumber LSI tersebar dari Banda Aceh hingga Jayapura meskipun sebagian dari mereka terkonsentrasi di Jabodetabek. Survei dilakukan pada Januari 2012 hingga Mei 2012 dengan menilai tokoh-tokoh yang dipandang punya peluang menjadi calon presiden pada 2014.

WAYAN AGUS PURNOMO

Terpopuler:

Ini Curhat Bekas Penyidik KPK tentang Abraham Samad

Ahok Terima Kunjungan Wali Kota Beijing 

Ini Perubahan Rute di Soekarno-Hatta Besok

Akbar: Duet Mega-Kalla Bisa Ancam Ical

Kalla Duet dengan Megawati, Golkar Cuek 

Jangan Tergesa Gabung Bus Sedang ke Busway

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.