Mahfud MD: Pemilik Media Mengancam Kebebasan Pers

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai saat ini sejumlah pemilik media sudah mulai mengancam kebebasan pers. Dia menunjuk praktek yang lazim terjadi di sejumlah media dimana pemilik modal bisa mencampuri kebijakan editorial di ruang redaksi sebagai bukti nyata ancaman itu.

"Campur tangan pemilik modal ke dalam ruang redaksi, bisa mempengaruhi pemberitaan," kata Mahfud dalam diskusi panel pada Kongres Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Ahad 2 Desember 2012.

Selain intervensi pemilik modal, Mahfud menunjuk kekerasan pada jurnalis sebagai faktor kedua yang mengancam kebebasan pers. "Ancaman ini justru datang dari kelompok masyarakat, berupa penganiayaan dan intimidasi pada pers," kata Mahfud.

Masih terancamnya kebebasan pers ini, kata Mahfud, disebabkan dua faktor. Pertama, UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tidak mengatur pasal mekanisme perlindungan pada jurnalis. Peraturan buah reformasi 1998 itu hanya mengatur soal kebebasan, tapi tidak banyak bicara soal perlindungan jurnalis. "Mungkin karena waktu itu dibuat buru-buru," katanya.

Faktor kedua, kata Mahfud, disebabkan belum adanya kesepahaman antara semua pemangku kepentingan di bidang hukum soal mekanisme peradilan dalam sengketa pemberitaan. Sebagian pihak menilai pemidanaan untuk pers sama sekali terlarang, sementara pihak lain masih bersikeras mengacu pada hukum pidana.

WAYAN AGUS PURNOMO

Berita Terpopuler:

Warga Fatmawati Siap Ditembak Karena Menolak MRT

Pemain Timnas Piala AFF Jalan Tertunduk Menuju Bus 

Jokowi Disarankan Bikin KTP Sementara

Indonesia Jadi Tuan Rumah Miss Universe 

Budayawan Nilai Cium Tangan Sutan Berbau Politis  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.