Mahfud Md: Pilihan Presiden Jokowi kepada Andika Perkasa Sudah Tepat dan Mantap

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menko Polhukam Mahfud Md yakin, Jenderal TNI Andika Perkasa sangat berkompeten menjadi penerus tongkat estafet Panglima TNI. Menurut Mahfud, Andika Perkasa adalah seorang yang profesional dan perwira terbaik di matra darat.

"Saya yakin Jenderal Andika sangat berkualitas. Jika jabatan sudah sampai ke Kepala Staf Angkatan, baik Darat maupun Laut dan Udara, pastilah merupakan orang yang terbaik dari matranya," kata Mahfud dalam keterangan diterima, Kamis (4/11/2021).

Mahfud menambahkan, dipilihnya Andika oleh Presiden Joko Widodo tentu berdasarkan pada tantangan dan kebutuhan aktual yang komprehensif saat ini. Dia pun menegaskan, keluarnya nama Andika tanpa intervensi dan murni hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

"Pilihan Presiden sudah tepat dan mantap sesuai dengan hak prerogatifnya, beliau tidak diombang ambingkan oleh opini yang tidak relevan," tegas Mahfud.

Secara pribadi, Mahfud mengaku, sudah dua tahun lamanya bekerja sama dengan Andika Perkasa. Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) ini pun merasakan kecocokan untuk bersinergi menjaga stabilitas politik hukum dan keamanan negara jika Andika resmi menjabat sebagai Panglima TNI.

"Jadi tinggal melanjutkan apa-apa yang sudah kita kerjakan bersama dengan Pak Hadi Tjahjanto. Pak Andika itu tegas tapi penuh senyum dan selalu correct. Sama dengan Pak Hadi Tjahjanto, keduanya merupakan tentara yang profesional, humanis, dan kental dengan kultur Indonesia," Mahfud memungkasi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kirim Supres ke DPR

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengirim surat presiden (surpres) mengenai pergantian calon Panglima TNI kepada pimpinan DPR RI pada Rabu (3/11). Jokowi telah memilh Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Jenderal TNI Andika Perkasa," kata Ketua DPR RI Puan Maharani saat jumpa pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11).

Puan menyebut bahwa pergantian panglima TNI adalah suatu hal yang harus dilakukan. Kemudian, dilakukan mekanisme di DPR, sehingga bisa dilakukan fit and proper test.

TNI, kata Puan, diharapkan kedepan dapat merespons dinamika geopolitik. Serta medan perang baru yang dapat mengancam kehidupan bangsa.

"Bahwa Panglima bapak TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada bulan November 2021 ini," ucapnya.

"Presiden hanya mengusulkan nama satu calon Panglima ke DPR RI untuk mendapatkan persetujuannya," tandas Puan.

Sebelumnya, ada dua nama kandidat yang berpeluang kuat yang menjadi panglima TNI selanjutnya. Yakni Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel