Mahfud MD soal Kasus Penganiayaan Santri: Gontor Tunduk pada Hukum

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur, menyatakan akan tunduk pada proses hukum terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap santri Albar Mahdi atau AM (17). Remaja itu meninggal dunia diduga akibat dianiaya sesama santri.

"Enggak apa-apa kan ada hukumnya, ya kan Gontor sudah bicara tunduk pada proses hukum," kata Menkopolhukam Mahfud MD di Bandung, Rabu (7/9), ketika dimintai tanggapannya tentang kasus dugaan penganiayaan terhadap santri di Pondok Pesantren Gontor.

Ditemui seusai menghadiri pembukaan Dialog Publik RUU KUHP di Kota Bandung, Mahfud mengatakan, saat ini sudah ada proses hukum diterapkan dalam kasus tersebut. Pihaknya menyerahkan kasus itu untuk ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Jadi biar saja, ada proses hukumnya," ucap Mahfud seperti dilansir Antara.

Terungkap dari Media Sosial

Sebelumnya, kasus penganiayaan santri asal Palembang yang terjadi di Ponpes Modern Darussalam Gontor itu terungkap pertama kali dari unggahan pengacara Hotman Paris di kanal medsos Instagramnya, "HOTMAN 911" saat menerima pengaduan dari ibunda korban yang menemuinya.

Kepada Hotman, ibunda santri AM menangis dan meratapi kematian anaknya yang disebutnya tidak wajar. Dalam video singkat tersebut, Hotman Paris langsung meminta Kapolda Jatim untuk melakukan penyelidikan atas pelaporan seorang ibu yang datang bersama keluarga mengadu soal kematian tidak wajar anaknya.

"Halo Pak Kapolda Jatim. Ini ada ibu yang anaknya meninggal diduga akibat penganiayaan," ujar Hotman dalam unggahan videonya. [yan]