Mahfud MD Tegaskan Pembangunan Perbatasan Tak Hanya infrastruktur

Raden Jihad Akbar, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Mahfud MD resmi meluncurkan Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan tahun 2021 di Border Aruk, Pos Lintas Batas Negara di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada Jumat, 9 April 2021.

Peluncuran Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan Tahun 2021 di rangkai dengan kegiatan seremonial yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Bupati Sambas Atbah Romi Suhaeri dan para undangan lainya.

"Peluncuran Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan termuat dalam poin ketiga dari Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Bahwa pembangunan tidak lagi terpusat di perkotaan,"ujar Mahfud MD saat menggelar Konferensi Pers di Sambas pada Jumat, 9 April 2021.

Baca juga: Pangeran Philip Meninggal Dunia, Ratu Elizabeth Berduka

Ia mengatakan, bahwa membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam dalam rangka negara kesatuan. Pembangunan tidak tersentralisasi di perkotaan ,tapi harus menyebar di seluruh pelosok Indonesia.

"Membangun daerah pinggiran, bukan saja terkait kewilayahan atau geografis. Tetapi soal manusia yang terisolir dan kurang mampu secara ekonomi,"ujar Mahfud.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, sebelum kegiatan Gerbangdutas 2021 dislenggarakan terlebih dahulu telah digelar rapat koordinasi dan Konfirmasi Rencana aksi pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw dengan Organisasi Perangkat daerah Kabupaten Sambas dan Provinsi Kalimantan Barat.

"Dalam kegiatan Gerbangdutas 2021 akan dicanangkan sejumlah anggaran Kementerian/Lembaga dalam Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 2021 dimana jumlahnya Triliunan rupiah,"kata Tito.

Lanjut Tito, bahwa Gerbangdutas merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan koordinasi terkait pengelolaan kawasan perbatasan negara, dengan tujuan mendukung percepatan pembangunan di kawasan perbatasan negara dan membangun sinergitas K/L dan Pemerintah Daerah.

"Apabila di Kalimantan Barat ada kecamatan yang lokasinya di perbatasan dan prioritas mau dibangun, tolong informasikan ke kami, Insya Allah daerah tersebut akan segera kita bangun,"ujarnya.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji sepenuhnya mendukung Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan. Yang merupakan poin ketiga Nawa Cita Presiden Jokowi Tentang pembangunan dari pinggiran.

"Saya sangat mendukung gerakan pembangunan dari pinggiran, khususnya di perbatasan Negara Malaysia,"tuturnya.