Mahfud Sebut Kinerja KPK Era Firli Bahuri Produktif, Berhasil Tangkap 2 Menteri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengklaim bahwa Komisi Pemerintah Korupsi (KPK) di era kepemimpinan Firli Bahuri lebih baik dibandingkan sebelumnya. Menurut dia, hal ini bisa terlihat dari KPK yang berhasil menangkap dua menteri kabinet Indonesia Maju.

"Pada tahun pertama KPK sekarang udah berhasil menangkap dua menteri aktif dan presiden biarkan, tangkap saja kalau salah," ujar Mahfud dalam diskusi virtual di Twitter, Rabu 29 September 2021.

Adapun KPK menangkap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara. Selain itu, Mahfud menyebut KPK juga telah menangkap kepala daerah hingga anggota DPRD yang jumlahnya lebih banyak daripada era sebelumnya di tahun pertama.

"Gubernur ditangkap bupati ditangkap, DPRD ditangkap, semua ini yang kalau di jumlah pada tahun pertama KPK yang dulu dan tahun pertama KPK yang sekarang itu jauh lebih banyak yang sekarang daya tangkapnya," jelasnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Selamatkan Uang Negara

Di sisi lain, kata Mahfud, uang negara yang diselamatkan dari potensi korupsi di masa Ketua KPK Firli Bahuri sebanyak Rp 582 triliun. Dia pun mengapresiasi kinerja KPK era Firli Bahuri.

"Kalau mau bicara jumlah, di Indonesia korupsi terjadi dimana-mana sehingga siapapun jadi KPK kalau mau, bisa nangkap kok dimana aja. Kalau ndak berani nangkap di kantor A, tangkap di kantor b, kalau ndak mau di daerah A di daerah b, pasti banyak kok," tutur dia.

"Itulah yang ditunjukan KPK sekarang kalau mau jumlah nangkap orang. Oleh sebab itu, ini kadang kala persoalan selera persoalan polisi dan sebagainya. Tapi mari kita perbaiki bersama sama," sambung Mahfud.

Namun, tak bisa dipungkiri saat ini terjadi perdebatan di KPK karena adanya 57 pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk menjadi ASN. Mahfud menyampaikan bahwa pemerintah menawarkan 57 pegawai tersebut untuk menjadi ASN di Polri.

"Pangkatnya sama dengan teman-teman lain di KPK yang masa kerjanya tiga tahun golongan 4 yang sekian tahun golongan 3D yang seterusnya sama. Nah, itu pemerintah terakhir sikapnya seperti itu," kata Mahfud.

Infografis 3 Jurus Cegah Korupsi Bansos Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Jurus Cegah Korupsi Bansos Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel