Mahfud Sesalkan Habib Rizieq yang Tolak Ditelusuri Kontaknya

Syahrul Ansyari, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD angkat suara mengenai Habib Rizieq Shihab yang enggan ditelusuri kontaknya terkait dugaan penularan COVID-19. Mahfud menyesalkan sikap Rizieq tersebut.

"Kami sangat menyesalkan sikap saudara Muhammad Rizieq Shihab yang menolak untuk dilakukan penelusuran kontak, mengingat pernah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19. Kami meminta sekali lagi kepada masyarakat luas, siapapun itu, untuk kooperatif sehingga penangangan COVID-19 berhasil," kata Mahfud, Minggu malam, 29 November 2020.

Baca juga: Kirim Surat Panggilan untuk Habib Rizieq, Polisi Dihadang Massa FPI

Mahfud menegaskan, dalam situasi penularan COVID-19 yang masih terjadi ini, setiap warga negara hendaknya menjalankan protokol kesehatan dengan patuh. Termasuk secara sukarela mau untuk dites.

"Serta bersedia menjalani perawatan atau karantina jika positif tertular virus corona," ujar Mahfud.

Sang Menko mengakui, pasien punya hak agar rekam medisnya tidak diungkap ke orang lain. Namun, dalam situasi adanya wabah penyakit menular saat ini menurutnya ada pengecualian.

Mahfud menyampaikan dalam Permenkes Nomor 36 tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran pun diberikan pengecualian terkait kejadian penyakit menular. Pembukaan rahasia kedokteran dalam rangka kepentingan umum bisa dilakukan tanpa membuka identitas pasien.

"Data tersebut tidak untuk disebarkan kepada publik melainkan hanya untuk kepentingan penanganan kasus," kata Menko Mahfud.