Mahkamah Syariah Aceh Vonis Bebas Terduga Pemerkosa

·Bacaan 1 menit

VIVA – Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Aceh, memvonis bebas DP, tersangka pemerkosaan anak di bawah umur. Dimana sebelumnya, DP divonis oleh Mahkamah Syar’iyah Kabupaten Aceh Besar dengan hukuman 200 bulan penjara atau 16,6 tahun penjara.

Tidak terima dengan putusan itu, lalu ia dengan kuasa hukumnya melakukan banding ke Mahkamah Syar’iyah Aceh.

Putusan bebas tersebut dibacakan dalam sidang yang berlangsung di Mahkamah Syar’iyah Aceh, Kamis, 20 Mei 2021. Sidang ini dipimpin oleh Misharuddin bersama dua anggota masing-masing, M. Yusar dan Khairil Jamal.

Baca juga: Elektabilitas Puan yang Selalu Kalah dari Ganjar Versi Survei

“Menyatakan terdakwa DP bin J tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah pemerkosaan terhadap orang yang memiliki hubungan mahram dengannya, sebagaimana dakwaan alternatif kedua, yang diatur dalam pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” dikutip sebagaimana isi putusan tersebut yang bernomor 7/JN/2021?MS-Aceh.

Dalam putusan itu, majelis hakim juga meminta agar terdakwa DP dibebaskan dari segala tuntutan hukum, dan dikeluarkan dari tahanan seketika itu juga.

“Memulihkan hak terdakwa DP bin J dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya,” tulis putusan tersebut.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, Aceh Besar Siti Salwa, melalui humasnya Tgk Murtadha mengatakan bahwa, majelis hakim sudah mempertimbangkan fakta yang terungkap dalam persidangan.

Kemudian mendengar keterangan korban, dan mempertimbangkan alat bukti secara seksama dan menyeluruh terhadap proses jalannya pemeriksaan persidangan perkara ini.

"Sehingga majelis hakim mempunyai keyakinan kuat untuk menjatuhkan hukum 200 bulan penjara kepada terdakwa DP,” katanya.

Perkara ini sempat menarik perhatian masyarakat secara luas, khususnya masyarakat Kabupaten Aceh Besar. Karena kasus tersebut merupakan inses, korban dan pelaku masih bertalian darah (mahram) keluarga.

Dimana berdasarkan dakwaan JPU dari Kejari Aceh Besar, pemerkosaan tersebut terjadi pada bulan Agustus 2020 di salah satu kecamatan di wilayah Aceh Besar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel