Maia Estianty: Dul Itu Memang Anak Kesayanganku

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maia Estianty rupanya tidak pernah absen berada di samping  Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul yang terbaring lemah di rumah sakit akibat kecelakaan 8 September 2013, di Tol Jagorawi.

Maia selalu mendampingi di samping Dul dan melayani apapun kebutuhan si bungsu. Ia bersabar mendengar keluhan sakit Dul tiap saat.

"Mbak Maia sih bilang, emang Dul itu anak kesayangan dia. Dari dia lahir, dari pangkuan bundanya itu memang enggak pernah lepas," ucap Inul Daratista, Kamis, (12/9/2013), saat ditemui di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta Selatan.

Makanya, sejak Dul menjalani perawatan intensif di RSPI, Maia selalu berada di sana. Dul sendiri tak ingin bundanya ke mana-mana. Tangannya selalu memegang tangan Maia. Titiek Puspa yang datang bersama Inul menyebut keadaan itu merupakan kerinduan seorang anak terhadap ibunya.

"Selama 24 jam harus ada Maia. Dia (Dul) harus pegang tangan ibunya. Jadi saya pikir ini kerinduan anak kepada ibunya, bagaimana dia bisa bertemu dengan ibunya," timpal Titiek.

Kondisi Maia pun kelelahan. Hal itu terlihat dari raut wajahnya. Titiek sempat menyarankannya untuk beristirahat. Tapi, Maia bersikeras berada di samping putra bungsunya dari pernikahannya bersama Ahmad Dhani.

"Tadi aku bilang kamu (Maia) tidur, biar aku yang jaga. Tetap saja dia pegang (tangan Dul)," tandas Titiek.

Baca Juga:

Keluarga Korban Tewas Menjenguk, Ini Nasihat yang Dibisikkan ke Telinga Dul

Foto Ini Menggambarkan Betapa Dul Tak Bisa Jauh Dari Ibundanya Meski Sedang Tidur

Dhani Berharap tak Ada Penyakit Lain di Tubuh Dul

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.