Maia Estianty Singgung Soal Penderitaan Masa Lalu yang Berbuah Nikmat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Maia Estianty tiba-tiba saja membahas seputar sebab dan akibat dalam kehidupan seseorang. Meskipun tak menyatakan secara langsung apakah itu pengalamannya, namun banyak pujian yang dilontarkan kepadanya.

Pernyataan tersebut diutarakan Maia Estianty dalam sebuah keterangan foto terbarunya. Di situ, istri Irwan Mussry awalnya berpesan bahwa setiap insan setidaknya harus bersyukur dengan segala berkah yang diterima.

"Hidup itu kalau mau akhir hidupnya enak, berkah, banyak2lah berbuat baik dan bersyukur. Kalau di masa tua banyak ketidak enakan hidup, coba ditanyakan dalam hatinya, apa yang pernah dilakukan di masa mudanya," tulis Maia dalam keterangan unggahan foto di Instagram @maiaestiantyreal, baru-baru ini.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hadiah Indah

Penyanyi dan pengusaha Maia Estianty mengaku masih saja mengagumi saat dekat dengan pesawat. Hal itu terlihat dari foto di media sosialnya yang banyak foto dengan latar pesawat maupun didalam pesawat. (Instagram/maiaestiantyreal)
Penyanyi dan pengusaha Maia Estianty mengaku masih saja mengagumi saat dekat dengan pesawat. Hal itu terlihat dari foto di media sosialnya yang banyak foto dengan latar pesawat maupun didalam pesawat. (Instagram/maiaestiantyreal)

Maia lantas menekankan bahwa orang-orang yang di masa lalu selalu bersabar terhadap ujian hidup, tentunya saat ini akan mendapatkan berkah yang indah.

"Jika di masa mudanya banyak diuji, bersabarlah, karena janji Allah selalu benar, akan memberikan hadiah yang indah kepada mereka-mereka yang mau bersabar," lanjut Maia.

Tak Punya Apa-Apa

Maia Estianty (https://www.instagram.com/p/CSbeO05BSoP/)
Maia Estianty (https://www.instagram.com/p/CSbeO05BSoP/)

Maia lantas melanjutkan pernyataan tersebut dengan hal sebaliknya. Ia seolah sudah melihat orang-orang yang saat ini tak memiliki apapun lantaran masa lalu mereka bisa dibilang tak baik.

"Jika masa muda mu sering mencuri, masa tua mu tidak punya apa-apa, jika masa mudamu banyak kebaikan, walaupun banyak kesakitan (karena belum pahamnya hakikat kehidupan, sehingga di pikir “kok kejam ya kehidupan?” )…," terangnya.

"Tapi dengan kebaikan, masa tua mu, biarpun hidup sederhana, tapi rasanya bahagia dan cukup, dan diberikan kehidupan yang baik. Jika kita sering mengambil hak orang lain, jangan salahkan kehidupan jika hakmu suatu saat juga di rampas orang lain," sambung Maia.

Cara Sang Khalik

Selanjutnya, Maia menyimpulkan bahwa orang-orang yang di masa lalunya banyak melakukan perbuatan tidak baik, nasib malangnya di masa kini adalah bagian dari cara Sang Khalik untuk membersihkan dosa-dosa mereka.

"Hidup itu adalah sesuai perbuatan kita di masa lalu, jika di akhir hidup nya manusia nggak enak, anggap saja itu dosa2 kita di masa lalu sedang di bersihkan. Biar masih remaja juga, kita pernah berbuat dosa. Entah itu ke orang lain, ke orang tua, ke teman, keluarga, bahkan dosa ke diri sendiri," Maia menuturkan.

"Bahkan jika hidup kita nggak enak di masa sekarang, anggap saja dosa kita sedang di hisab atau di bersihkan dari dosa masa lalu," ia melanjutkan.

Sabar

Sebelum menutup keterangan fotonya tersebut, Maia membeberkan tips singkat bagi orang-orang yang sedang mengalami nasib kurang menyenangkan.

"SABAR kuncinya. Sabar adalah ibarat senjata kehidupan yang tak nampak. Tapi endingnya akan enak dan indah…walopun proses nya lama butuh waktu…Mereka-mereka yang mampu mengalahkan EGO nya, itulah sang pemenang kehidupan sesungguhnya," tegas Maia.

"Semua perbuatan akan kembali kepada mereka yang melakukannya.. Tidak ada yang tidak kembali. Baik di dunia atau pun nanti di akhirat. So, pilih mana, nabung kebaikan? atau nabung keburukan ??? Bismillah, kita selalu dituntun kepada perbuatan baik. Amin," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel