Maia Estianty Ungkap Ada Penyusup Saat Momen Akad Nikahnya

Donny Adhiyasa, Wahyu Firmansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Maia Estianty akhirnya mengungkapkan cerita proses pernikahannya dengan Irwan Mussry. Prosesi akad nikah yang digelar di Masjid Tokyo Camii, Jepang pada 29 Oktober 2018 lalu itu diliputi ketegangan.

Maia yang ingin pernikahannya hanya disaksikan oleh pihak keluarga saja ternyata kedatangan penyusup yang terlihat berada di lantai atas Masjid tersebut.

"Lucunya aku dan mas Irwan gak menangis mungkin tegang karena ada penyusup yang masuk pingin foto kita dari atas. Loh kok bocor sih ada orang masuk padahal masjid itu buat kita doang," ungkap Maia dalam sebuah video di kanal YouTube MAIA ALELDUL TV, Sabtu 31 Oktober 2020.

Maia yang melihat hal itu langsung segera mengunggah momen pernikahan keduanya itu di media sosial Instagram. Sebagai pertanda jika keduanya udah resmi menikah.

"Untungnya pas kita menikah langsung upload ke Instagram masing-masing bahwa kita sudah menikah," katanya.

Maia memang memutuskan untuk menggelar pernikahan secara sederhana. Di pernikahan keduanya ini, ia ingin hanya keluarga inti saja yang datang.

"Kami memutuskan untuk pernikahan yang sangat sederhana karena ke dua-duanya gak suka ribet. Jadi kita memang maunya yang sakral benar-benar kita aja keluarga aja yang datang benar-benar intim banget," ucapnya.

Memang pada momen itu Maia dan Irwan ingin menyatukan kedua keluarga yang sebenarnya sudah sempat kenal. Bahkan, banyak pihak keluarga yang mengaku kaget saat mendengar kabar Maia dan Irwan akan menikah.

"Jadi keluarga saya dan mas Irwan benar-benar kaget karena baru dikasih tahu dua minggu sebelumnya. Jadi benar-benar family tuh suprise kok bisa menikah ini kan dulu keluarga kenal. Akhirnya intim keakraban kekeluargaan yang terjadi disana," tegasnya.

Pada perayaan ini Maia akhirnya mengunggah video pernikahan yang sempat membuat heboh jagat maya. Ia juga menceritakan sejak awal mengurus dokumen pernikahan sendiri.

"Dipersiapkan yang begitu singkatnya yang paling deg-degan adalah saat mengurus dokumen dari Indonesia ke Kedubes Jepang. Jadi ya itu, karenakan gimana caranya harus on-time karena kan untuk bikin dokumen di Indonesia butuh waktu sekitar seminggu," ucap Maia.