Main Moncer di Final Piala Thomas 2020, Fajar / Rian: Kami Tak Mau Terus Jadi Pelapis

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Aarhus - Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, bermain meyakinkan dan menyumbang poin untuk Tim Merah Putih di final Piala Thomas 2020 kontra China. Bagi Fajar/Rian, kemenangan itu membuktikan mereka siap jadi pemain andalan, bukan hanya sebagai pelapis.

Pasangan peraih perak Asian Games 2018 ini sukses menekuk ganda China, He Ji Ting/Zhao Hao Dong, 21-12, 21-19.

Dalam pertandingan final Piala Thomas 2020 antara Indonesia dan China yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021), pasangan peringkat 7 dunia ini memang selalu unggul dari awal.

Permainan yang lebih kompak dan rotasi yang lebih solid, membawa Fajar/Rian tampil bagus. Sementara lawan yang bukan pasangan asli, juga kerap kedodoran, terutama di gim pertama.

"Bersyukur bisa menyumbangkan angka kemenangan bagi Indonesia. Kami bisa bermain tanpa cedera. Kami tidak menyangka bisa diturunkan di partai final Piala Thomas dan sebagai ganda pertama serta bisa menyumbang angka," ujar Fajar setelah pertandingan, seperti dikutip dari rilis PBSI.

"Saya senang karena bisa mempersembahkan kemenangan. Keberhasilan ini sangat penting bagi kami untuk tidak menjadi pasangan pelapis terus. Ini menambah kepercayaan diri kami," sebut Rian, tentang kemenangan di final Piala Thomas 2020.

Manfaatkan Kondisi Lawan

Atlet bulutangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto saat melawan wakil China dalam final Piala Thomas 2020 yang berlangsung di Denmark, Minggu (17/10/2021). (AP/Ritzau Scanpix/Claus Fisker)
Atlet bulutangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto saat melawan wakil China dalam final Piala Thomas 2020 yang berlangsung di Denmark, Minggu (17/10/2021). (AP/Ritzau Scanpix/Claus Fisker)

Menyangkut lawan yang bukan pasangan asli, Fajar/Rian merasa bersyukur. Keduanya juga bisa memanfaatkan keadaan dan menang.

"Lawan juga bukan pasangan aslinya, kami sangat percaya diri untuk mengalahkan mereka. Ganda China itu pasangan dadakan, sehingga rotasinya belum berjalan baik. Ini tentu kami manfaatkan kesempatan," sebut Fajar.

Saat kedudukan 20-17 di gim kedua kemudian dikejar hingga 20-19, Fajar/Rian mengaku tenang.

Kuncinya Main Tenang

Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto. (foto: BWF-Limited
Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto. (foto: BWF-Limited

"Pokoknya tenang dan berusaha dapat satu poin. Ternyata berhasil," ujar Rian.

"Modal kami adalah fokus bermain dari awal sampai akhir. Alhamdulillah bisa menerapkan strategi bermain dengan baik dan menang," sebut Fajar.

"Dari awal kami memang sudah siap untuk mengeluarkan segenap tenaga dan kemampuan yang kami miliki untuk menang dan sumbang poin," tambah Rian.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel