Majukan Pariwisata, Anindya Bakrie: Ekonomi Kreatif Harus Tumbuh

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menaruh perhatian kuat terhadap pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Sektor tersebut hingga saat ini memang masih tertekan akibat dampak COVID-19.

Menurut Anin, akrabnya disapa, pariwisata yang ada di Indonesia merupakan anugerah terhadap bangsa yang harus dikelola dan diolah menjadi aset berharga negara. Untuk itu, tidak bisa hanya dibiarkan begitu saja, namun harus dikelola menjadi nilai tambah.

Dia mencontohkan, memajukan pariwisata bukan hanya dengan membangun hotel-hotel yang indah belaka. Melainkan, juga harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan hingga menumbuhkan ekonomi kreatif.

"Pariwisata itu anugerah tapi anugerah yang tidak diolah, ya tidak jadi aset. Bukan saja hotel yang indah, lingkungan yang baik tapi bisa juga ekonomi kreatif yang tumbuh," ucap dia saat silaturahmi dengan pengurus Apindo, di Jakarta, Selasa, 27 April 2021.

Baca juga: Pengakuan Emak-emak Naik Motor Masuk Tol: Tak Paham Pakai GPS

Oleh sebab itu, ke depannya, Anin mendorong supaya tempat-tempat pariwisata harus dikelola dan dipadukan dengan kawasan ekonomi kreatif. Dengan demikian, sektor pariwisata akan terdorong menjadi lebih berdaya tahan.

"Memang pariwisata ini modal yang harus dikelola dan saya melihat kawasan ekonomi kreatif juga akan membantu bersamaan dengan kawasan pariwisata," kata Anindya Bakrie yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah.

Anin juga mengakui, untuk memajukan lokasi-lokasi pariwisata yang dianugrahi alam indah, perlu adanya investasi yang sangat besar, terutama untuk menciptakan infrastruktur dasarnya maupun konektivitas. Tapi, itu bisa disiasati dengan kerja sama.

"Kami melihat ini luar biasa memang butuh investasi yang sangat besar, makanya kita harus siasati itu, bukan hanya besar tapi jangka panjang. Saya rasa itu memungkinkan kita bisa kembangkan di Indonesia Timur sangat indah tapi infrastruktur terbatas," tegasnya.

Untuk memperoleh investasi dan kerja sama dari banyak pihak, maka lokasi-lokasi pariwisata menurutnya harus memiliki stabilitas politik. Dia mencontohkan, ini seperti yang terjadi di Sulawesi Utara, sehingga provinsi tersebut bisa memperoleh pertumbuhan ekonomi.

"Tapi satu yang saya catat bahwa perpolitikan yang stabil di sulawesi utara jadi alasan pertumbuhan perekonomianya dan pariwisatanya, jadi gampang, investasi lebih mudah istilahnya," tutur dia.