MAK Siapkan Racun dan Pisau untuk Membunuh Ayah dan Kakaknya

·Bacaan 2 menit

VIVA – MAK (20), ternyata sudah merencanakan untuk membunuh ayah kandungnya yakni Sugeng (50) dan kakaknya Rizki Sarbaini (21). Kedua korban ditemukan tewas di rumahnya. Aksi pembunuhan sadis ini dilatarbelakangi sakit hati.

Pelaku sudah merencanakan pembunuhan tersebut, yakni dengan mempersiapkan racun rumput dan juga pisau. Pembunuhan itu terjadi di rumah mereka, Jalan T Amir Hamzah/Jalan Wakaf, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 28 Agustus 2021, sekitar pukul 19.00 WIB.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji, menjelaskan kronologi pembunuhan tersebut. Pelaku membili pisau dan racun rumput di Jalan Surabaya, Kota Medan. Racun itu rencananya digunakan untuk meracuni ayah, ibu, abang, dan kedua adik kandungnya.

Irsan mengungkapkan rencana pembunuhan tersebut, karena dendam tersangka kepada keluarganya terutama Rizki Sarbaini dan ayahnya yakni Sugeng.

"Karena setiap ada permasalahan antara tersangka dengan korban Rizki Sarbaini. Ayahnya Sugeng kerap menyalahkan tersangka," sebut Irsan saat memberikan keterangan pers di Mako Polrestabes Medan, Selasa siang, 31 Agustus 2021.

MAK menyimpan racun rumput dan pisau di dalam lemari kamarnya. Lalu, pada pukul 18.00 WIB tersangka membeli kopi dan susu di dekat rumahnya. Kopi susu tersebut diberikan kepada kedua korban, ibu dan dua adiknya. Namun, hanya kedua korban yang meminum kopi. Sedangkan anggota keluarga lain menolak, karena tidak suka kopi.

Setelah kedua korban meminumnya, ayahnya pergi ke teras rumah. Sementara, korban Rizki Sarbaini pergi ke samping rumah dan muntah-muntah.

"Sekitar pukul 19.15 WIB tersangka melihat ayahnya masih duduk di kursi teras rumah. Lalu, tersangka mengambil satu bilah pisau yang sebelumnya disimpan di dalam lemari. Selanjutnya, tersangka langsung menemui ayahnya dan menikamnya pada bagian leher dan perut korban," jelas Irsan.

Lanjut Irsan, tindakan tersangka kemudian diketahui oleh adiknya yakni Afifah Nurul Jannah, dan langsung menjerit melihat aksi pelaku. Melihat adiknya menjerit tersangka kemudian mendatanginya, saat itu ibunya telah berada di ruangan tamu. Beberapa saat kemudian datanglah korban Rizki Sarbaini.

Korban Rizki sempat mengambil helm dan melemparkannya ke tersangka. Lalu, tersangka juga mengambil helm dan melemparkannya ke abangnya tersebut. Saat mereka lempar-lemparan, ibu dan adik tersangka masuk ke dalam kamar.

"Selanjutnya, tersangka mengejar korban M Rizki Sarbaini dan menikamnya pada bagian perut hingga berlumuran darah. Melihat korbannya tak bergerak lagi, tersangka pun menemui ibunya ke dalam kamar dengan membawa pisau. Setibanya di dalam kamar tersangka menjatuhkan pisau dan langsung diambil oleh ibunya," lanjut Irsan.

Kemudian tersangka keluar kamar. Karena masih kesal terhadap abangnya, tersangka kembali mengambil pisau yang kedua dari dalam lemari. Lalu, kembali menikam abangnya yang sebelumnya telah tak bernyawa.

"Setelah melampiaskan emosinya tersangka meletakkan pisaunya. Selanjutnya, tersangka duduk di ruang tamu sambil melihati kedua korban," jelas Irsan.

Petugas kepolisian dari Polsek Medan Barat menerima laporan dari masyarakat, turun ke lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku dan melakukan oleh TKP serta memeriksa saksi-saksi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel