Makam Uje Memarah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat ramai dikunjungi penziarah, Sabtu (6/7/2013). Mulai dari gerbang masuk orang-orang tampak berlalu lalang. Bahkan jalan Kyai Haji Mas Mansyur pun tampak dipenuhi kendaraan yang parkir.

Dari gerbang hingga ujung jalan pemakaman para pedagang terlihat berjejer menawarkan jualannya. Mulai dari makanan, bungan untuk nyekar di kuburan, air bunga mawar, sampai dengan pernak-pernik dan makan pun tersedia di area TPU.

Orang-orang terlihat membersihkan makam sanak saudaranya yang sudah meninggal. Awan (29) mengungkapkan bahwa dirinya datang untuk berziarah ke makam keluarganya. "Saya sudah biasa saat menjelang puasa selalu menyempatkan diri berziarah ke makam keluarga saya di sini," katanya saat ditemui tribunnews.com.

Kemudian wartawan mencoba menyambangi makam almarhum Ustad Jefri Al Buchori yang dimakamkan di TPU Karet Tengsin. Terlihat sebuah pengeras suara sengaja dipasang diatas sebuah bambu. Terpal berukuran kurang lebih 6 x 6 meter pun dipasang di atas pusara almarhum yang akrab disapa Uje tersebut.

Seorang pemandu doa,  tak henti-hentinya melantunkan doa serta ayat-ayat Alquran. Terlihat silih berganti orang datang ke makam Uje dan menaburkan bunga dan menyiramkan air bunga mawar di atas pusaranya.

Wangi aroma mawar pun tercium dari pusara Uje, permukaan makamnya tampak memerah tertutup bunga yang ditaburkan para penziarah. Terlihat sebuah foto Uje berpigura emas pun ditempatkan di bawah nisanya.

Kebanyakan yang datang berziarah ke makam Uje adalah kaum wanita. Bukan hanya penziarah Jakarta saja yang menyempatkan diri datang ke makam Uje bahkan dari luar kota pun sengaja datang hanya untuk mendoakan Uje secara langsung di atas pusaranya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.